BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Satu tiket otomatis ke fase 16 besar Piala Dunia 2026 menanti pemenang laga pamungkas Grup D. Paraguay dan Australia akan bertarung habis-habisan di San Francisco Bay Area Stadium pada Kamis (25/6/2026) malam waktu setempat, atau Jumat (26/6/2026) pagi WIB.

Status juara grup sudah aman di tangan Amerika Serikat selaku tuan rumah. Sebaliknya, Turki harus mengepak koper lebih awal setelah dipastikan finis di dasar klasemen. Itu membuat laga Paraguay melawan Australia praktis menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim.

Kedua negara sama-sama mengoleksi tiga poin menjelang laga pamungpak ini, namun selisih gol membuat posisi mereka berbeda. Paraguay tertinggal di selisih gol minus dua, sementara Australia masih berkutat di angka nol. Itu artinya, hasil seri pun bisa menguntungkan kedua kubu, tergantung bagaimana laga Amerika Serikat melawan Turki yang berlangsung bersamaan.

Bagi Paraguay, laga ini adalah kesempatan emas menulis ulang sejarah. Negara berjuluk La Albirroja itu baru sekali merasakan atmosfer fase gugur Piala Dunia, yakni pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Setelah absen 16 tahun dari pesta sepak bola sejagat, comeback Paraguay ke Piala Dunia 2026 bisa berakhir dengan cerita indah jika mereka mampu menundukkan Australia atau setidaknya bermain imbang.

Sejarah turut berpihak pada tim asuhan Gustavo Alfaro ini. Dalam enam edisi terakhir, Paraguay tak pernah kalah pada laga penutup fase grup, dengan tiga di antaranya berbuah kemenangan penuh. Pola permainan pragmatis pun jadi andalan: dari 12 kemenangan Paraguay di ajang kualifikasi maupun putaran final Piala Dunia, 10 di antaranya hanya dipisahkan selisih satu gol semata.

Di kubu seberang, Australia justru menanggung beban berbeda. Kekalahan dari tuan rumah Amerika Serikat pada laga kedua menghentikan rangkaian 10 pertandingan tanpa kekalahan Socceroos di level kompetitif. Performa ofensif yang anjlok—hanya dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga itu—jadi alarm bagi pelatih Tony Popovic.

Skuad Negeri Kanguru sebetulnya mengawali turnamen dengan kejutan manis usai menumbangkan Turki 2-0 lewat gol Connor Metcalfe dan Nestory Irankunda. Namun, jika ingin lolos ke 16 besar dua edisi Piala Dunia beruntun untuk kali pertama dalam sejarah, mereka wajib tampil lebih tajam di depan gawang lawan.

Catatan pertemuan kedua tim sebelum laga ini turut menarik dicermati. Sepanjang lima kali bertemu di laga uji coba, Australia tak pernah merasakan kekalahan dari Paraguay, dengan kemenangan terakhir diraih pada Oktober 2010 lewat skor tipis 1-0. Hanya saja, seluruh pertemuan itu berlangsung di luar arena kompetitif resmi, sehingga tensi dan tekanan kali ini dipastikan berbeda jauh.

Soal kreativitas lini depan, Paraguay punya andalan bernama Julio Enciso. Penyerang Strasbourg berusia 22 tahun ini sudah menyumbang dua assist untuk seluruh gol La Albirroja sepanjang Piala Dunia 2026. Jika kembali memberi assist pada laga ini, Enciso akan menyamai catatan legendaris Michael Ballack yang membantu gol Jerman di tiga laga fase grup Piala Dunia 2002.

Sayangnya, Alfaro harus memutar otak menyiasati absennya Miguel Almiron. Gelandang serang berusia 32 tahun itu absen karena sanksi satu laga, buntut kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berselisih dengan lawan—insiden yang terjadi saat Paraguay menghadapi Turki.

Dari kubu Australia, nama Paul Okon-Engstler patut diwaspadai lini tengah Paraguay. Gelandang ini tercatat sebagai pencetak operan akurat terbanyak di skuad Socceroos sepanjang turnamen, lengkap dengan kontribusi assist saat menundukkan Turki. Sementara itu, kondisi Mathew Leckie yang masih dibekap masalah otot sejak laga melawan Amerika Serikat membuat Popovic kemungkinan menyiapkan Cristian Volpato sebagai opsi lini depan.

Dari sisi formasi, Australia diprediksi kembali memainkan pakem 3-4-3 yang sukses diterapkan saat mengalahkan Turki, dengan trio Irankunda, Volpato, dan Mohamed Toure berpotensi mengisi lini serang. Sementara itu, Paraguay tampaknya akan setia pada formula 4-4-2, dengan Enciso bergerak lebih ke tengah untuk turut membangun serangan sekaligus menjaga soliditas lini belakang yang dikomandoi Gustavo Gomez dan Fabian Balbuena.

Statistik historis juga menunjukkan kecenderungan laga bertensi rendah gol. Dari delapan laga terakhir Paraguay di level kualifikasi maupun final Piala Dunia, hanya dua yang berakhir dengan kedua tim sama-sama mencetak gol. Begitu pula Australia, yang enam dari delapan laga terakhirnya di Piala Dunia menghasilkan kurang dari 2,5 gol per pertandingan.

Faktor mental turut menjadi sorotan bagi Socceroos. Sepanjang sejarah, Australia belum pernah mengalahkan wakil Amerika Selatan di putaran final Piala Dunia dari lima kesempatan yang ada, dengan empat di antaranya justru berakhir kekalahan. Itu menjadi beban psikologis tambahan di tengah ambisi mereka mengunci tiket otomatis ke 32 besar.

Laga bertajuk pertarungan hidup-mati ini akan dipimpin wasit asal Prancis, Clement Turpin. Dengan kedua tim sama-sama membutuhkan poin namun memiliki gaya bermain kontras—Australia lebih agresif menyerang, Paraguay cenderung defensif dan mengandalkan momen—duel di lini tengah diprediksi menjadi kunci penentu siapa yang berhak melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, laga Paraguay melawan Australia ini dapat disaksikan melalui siaran langsung televisi nasional. Pertandingan yang sarat gengsi dan taruhan tinggi ini layak dinantikan hingga peluit akhir berbunyi.

FAQ

Kapan laga Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026 waktu Amerika Serikat, yang setara dengan Jumat, 26 Juni 2026 dini hari atau pagi waktu Indonesia, di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara.

Mengapa laga ini disebut sebagai laga hidup-mati di Grup D?
Karena Amerika Serikat sudah pasti juara grup dan Turki sudah pasti tersingkir, sehingga satu tiket otomatis tersisa ke babak 32 besar diperebutkan langsung oleh Paraguay dan Australia melalui hasil pertandingan ini.

Siapa pemain kunci yang perlu diwaspadai pada laga ini?
Julio Enciso dari Paraguay dan Paul Okon-Engstler dari Australia menjadi sorotan utama karena kontribusi assist dan kreativitas mereka di lini tengah sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026