PUNGGAWASPORT, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung membuka Musyawarah Nasional XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu. Kehadiran Prabowo bukan sekadar seremonial, mengingat dirinya juga masih menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI yang telah ia pimpin selama lebih dari dua dekade.
Orang nomor satu Indonesia itu tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dengan penampilan yang mencerminkan perpaduan antara formalitas dan nuansa budaya. Ia mengenakan kemeja hitam, kopiah hitam, serta kain sembong bermotif warna emas dan merah marun yang memberikan kesan anggun sekaligus kental dengan identitas kebudayaan Nusantara.
Setibanya di lokasi, Prabowo disambut hangat oleh Wakil Ketua Umum PB IPSI yang sekaligus menjabat Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Sejumlah nama besar turut memenuhi kursi undangan, mulai dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Forum nasional yang berlangsung selama dua hari, 10 hingga 11 April 2026 ini, memiliki agenda utama yang sangat dinantikan, yakni pemilihan Ketua Umum PB IPSI untuk periode 2026-2030. Selain pergantian kepemimpinan, Munas kali ini juga menjadi panggung strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi pencak silat nasional di masa mendatang.
Salah satu target ambisius yang diusung dalam forum ini adalah perjuangan agar pencak silat dapat dipertandingkan secara resmi dalam ajang Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Pencapaian tersebut akan menjadi tonggak bersejarah bagi seni bela diri warisan leluhur Nusantara ini di panggung olahraga dunia.
Wakil Ketua Umum PB IPSI Sugiono sebelumnya menegaskan bahwa Munas XVI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk meletakkan fondasi kebijakan dan program kerja jangka panjang. Para pengurus diharapkan mampu merancang langkah nyata dalam memperkuat sistem pembinaan atlet, mendongkrak kualitas kompetisi, serta menjaga agar nilai-nilai luhur pencak silat tetap hidup di tengah arus modernisasi olahraga global.
Munas juga dihadiri oleh para pengurus IPSI dari berbagai penjuru daerah, perwakilan perguruan pencak silat, serta sejumlah tokoh yang selama bertahun-tahun berkontribusi dalam membesarkan nama pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.
Rekam jejak Prabowo dalam memimpin dunia pencak silat memang tidak perlu diragukan. Ia telah menakhodai PB IPSI selama lima periode berturut-turut sejak tahun 2004 hingga 2025. Di level internasional, kepercayaan serupa juga diberikan kepadanya sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia (Persilat) sejak 2010, dan kembali diamanahkan posisi tersebut melalui Kongres Persilat pada 2022.


Tinggalkan Balasan