Meski begitu, performa Swiss menjelang turnamen tidak sepenuhnya memukau. Dari empat pertandingan uji coba yang dijalani, tim berjuluk Nati itu hanya mencatat satu kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Angka yang cukup untuk menunjukkan masih ada celah dalam persiapan mereka.
Dalam statistik pertemuan langsung, kedua tim pernah berjumpa sebelumnya dan Qatar yang menang tipis 1-0. Namun hasil itu tidak serta-merta mencerminkan keseimbangan kekuatan saat ini, mengingat kondisi Qatar yang sedang dalam tren buruk.
Untuk susunan pemain, Qatar kemungkinan akan menurunkan Abunada sebagai kiper dengan lini belakang yang terdiri dari Al-Oui, Khoukhi, Pedro Miguel, dan Ahmed. Di lini tengah, trio Laye, Fathi, dan Gaber akan menjadi motor permainan, sementara Abdurisag, Afif, dan Edmilson diharapkan menghidupkan serangan.
Swiss, di bawah mistar Kobel, akan memasang Widmer, Akanji, Elvedi, dan Rodriguez sebagai bek empat. Duet Granit Xhaka dan Remo Freuler yang berpengalaman akan mengisi posisi gelandang tengah, sementara Vargas, Rieder, dan Ndoye menjadi sayap aktif dengan Amdouni di lini depan. Komposisi ini mencerminkan kematangan taktikal yang menjadi ciri khas sepak bola Swiss.
Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka—ini adalah uji nyali bagi Qatar di hadapan dunia. Tampil tanpa label tuan rumah untuk pertama kalinya di Piala Dunia, tekanan psikologis yang disandang Qatar jauh lebih berat dibanding edisi sebelumnya. Setiap kesalahan di laga perdana berpotensi menjadi penentu nasib mereka di turnamen.


Tinggalkan Balasan