MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Cody Gakpo melontarkan peringatan tegas. Penyerang sayap Belanda itu meminta timnya tak meremehkan Alexander Isak, bomber Swedia yang kebetulan rekan satu klubnya di Liverpool. Peringatan ini muncul jelang laga krusial Grup F Piala Dunia 2026.
Belanda akan berhadapan dengan Swedia pada Minggu (21/6/2026) dinihari. Laga disiarkan langsung TVRI Nasional mulai pukul 01.00 WITA. Pertandingan ini bukan sekadar laga grup biasa, melainkan tiket menuju babak knockout bagi kedua tim.
Yang membuat laga ini unik, ada tiga pemain Belanda yang justru rekan satu klub Isak di Liverpool: Virgil van Dijk, Cody Gakpo, dan Ryan Gravenberch. Ketiganya kini harus berganti peran, dari teman seruangan ganti menjadi lawan di lapangan hijau.
Gakpo sendiri tak menutupi kekhawatirannya. Ia mengakui performa Isak di Piala Dunia ini jauh berbeda dibanding musim lalu yang penuh masalah kebugaran di Liverpool.
“Sebagai bagian dari Liverpool, kami sangat senang dia kembali dan di akhir dia kembali dalam kondisi fit. Di Piala Dunia ini, dia mencetak beberapa gol dan dia bermain bagus,” ujar Gakpo. Ia menambahkan bahwa kualitas Isak sebagai pemain sudah diketahui semua orang, sehingga timnya wajib waspada penuh.
Performa gemilang Isak di turnamen ini memang mengejutkan banyak pihak. Musim lalu, bersama Liverpool, namanya lebih sering dikaitkan dengan masalah fisik ketimbang catatan gol. Kini situasinya berbalik drastis begitu mengenakan kostum Swedia.
Isak telah mencetak dua gol dalam tiga penampilan terakhir bersama Timnas Swedia. Catatan ini termasuk gol pada laga uji coba melawan Norwegia dan kontribusinya saat membantai Tunisia 5-1 di laga pembuka grup.
Pada laga melawan Tunisia itu, Isak bahkan mencatatkan satu gol dan dua asis. Duetnya dengan Viktor Gyokeres di lini depan tampil begitu mengesankan, membuat publik Swedia berharap Pelatih Graham Potter kembali memasang formasi serupa malam ini.
Kebangkitan Isak juga membawa angin segar bagi pendukung Liverpool. Setelah musim penuh kekecewaan, performa moncer di Piala Dunia memberi sinyal bahwa investasi besar klub pada striker ini belum sepenuhnya sia-sia.
Sebagai catatan, Isak bergabung ke Liverpool pada September 2025 dengan banderol sekitar 150 juta euro. Nilai itu menjadikannya transfer termahal ketiga sepanjang sejarah sepak bola.
Namun, mahalnya harga transfer itu tak langsung berbanding lurus dengan hasil di lapangan. Musim lalu, Isak hanya mencetak empat gol untuk Liverpool dan cuma tampil sebagai starter pada 13 dari 22 pertandingan yang dilakoninya.
Kontras inilah yang membuat performanya bersama Swedia terasa begitu mencolok. Saat berseragam klub ia kesulitan menemukan ritme, tapi begitu membela negara ia justru tampil sebagai bintang utama.
Dengan rekam jejak tersebut, wajar jika lini belakang Belanda menempatkan Isak sebagai ancaman nomor satu malam ini. Duel head-to-head antara Isak dan kapten Belanda Virgil van Dijk pun bakal menjadi salah satu titik tontonan paling menarik di laga ini.
Meski begitu, ada satu faktor yang masih menjadi tanda tanya besar: kondisi fisik Isak sendiri. Jelang laga melawan Belanda, ia dikabarkan menjalani program latihan individu sejak Rabu lalu, terpisah dari sesi latihan tim utama.
Media Swedia, Sweden Herald, melaporkan bahwa penyerang 26 tahun ini menjalani program khusus selama tiga hari menjelang laga Grup F ini. Langkah ini memunculkan spekulasi soal kesiapannya tampil penuh sembilan puluh menit.
Staf media Timnas Swedia, Petra Thoren, memberikan penjelasan resmi soal hal ini. “Satu pemain berlatih secara individu, dan itu adalah Alexander Isak. Dia mengikuti program individu sebagai bagian dari pemulihan setelah pertandingan,” kata Thoren. Ia menambahkan bahwa Isak akan membagi waktu antara sesi lapangan dan latihan di gym.
Sinyal soal kondisi fisik ini bukan tanpa alasan. Saat menghadapi Tunisia, Isak memang ditarik keluar pada menit ke-90, langkah yang lazim dilakukan tim pelatih untuk menjaga kebugaran pemain kunci.
Jika benar-benar fit dan diturunkan sejak awal, Isak akan menghadapi ujian berat. Bukan hanya soal ketahanan fisik usai program latihan terpisah, tapi juga soal bagaimana ia mengatasi rekan-rekan setimnya sendiri di Liverpool, termasuk sang kapten Van Dijk yang dikenal tangguh dalam duel udara maupun bola-bola panjang.
Laga ini pun menjelma menjadi pertaruhan ganda bagi Isak. Di satu sisi ia membawa beban sebagai tumpuan gol Swedia untuk lolos ke knockout, di sisi lain ia harus membuktikan diri di hadapan rekan-rekan klub yang tahu betul kualitas sekaligus kelemahannya.
Bagi Belanda, peringatan Gakpo menjadi pengingat penting. Mengenal lawan secara personal tak selalu memudahkan, justru bisa jadi pisau bermata dua jika lengah sedikit saja menghadapi striker yang sedang dalam performa terbaiknya.
FAQ
Kapan laga Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 malam dan disiarkan langsung melalui TVRI Nasional mulai pukul 01.00 WITA.
Mengapa Cody Gakpo meminta Belanda mewaspadai Alexander Isak?
Isak menunjukkan performa impresif di Piala Dunia 2026 dengan mencetak gol dan asis, kontras dengan musim sulitnya di Liverpool akibat masalah kebugaran.
Apakah Alexander Isak dalam kondisi fit untuk menghadapi Belanda?
Kondisinya masih dipantau karena ia menjalani program latihan individu sejak tiga hari sebelum laga sebagai bagian dari proses pemulihan pascapertandingan melawan Tunisia.


Tinggalkan Balasan