Tekanan besar kini ada di pundak Clarke. Sepanjang dua laga awal, ia terbukti gemar bereksperimen, mengubah formasi dan starter dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Skema 4-4-2 yang sukses menjinakkan Haiti langsung ia rombak total saat menghadapi Maroko, beralih ke pakem 4-5-1 yang lebih defensif. Nathan Patterson, Kieran Tierney, dan Ryan Christie pun mendapat kepercayaan sebagai starter, menggeser posisi Aaron Hickey, Ben Gannon-Doak, dan Lawrence Shankland ke bangku cadangan.
Pilihan taktik melawan Brasil jelas bukan perkara mudah. Tim Samba dikenal punya senjata mematikan lewat transisi serangan balik cepat, sehingga pertahanan rapat dan disiplin posisi menjadi syarat mutlak bagi Skotlandia agar tidak kebobolan lebih dulu.
Striker Lawrence Shankland menegaskan timnya tidak akan bermain aman meski hasil seri berpotensi cukup untuk lolos. “Kami ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami tahu dengan bermain imbang mungkin sudah cukup membawa kami lolos. Tetapi, kami akan berusaha memenangi pertandingan,” ujarnya, dikutip dari BBC.
Sayangnya, ambisi itu harus berhadapan dengan kenyataan pahit di lini kebugaran skuad. Kieran Tierney yang ditarik keluar saat melawan Maroko terlihat menyeret kaki ketika berjalan meninggalkan lapangan, menambah kekhawatiran jelang laga krusial ini.


Tinggalkan Balasan