MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Nasib Skotlandia di Piala Dunia 2026 akan ditentukan dalam hitungan jam. Tim asuhan Steve Clarke wajib mencuri poin dari Brasil di Miami Stadium pada laga pamungkas Grup C, atau pulang lebih cepat dari pesta sepak bola sejagat ini.
Laga hidup-mati itu akan digelar Rabu (24/6/2026) waktu setempat, atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. TVRI Sport akan menyiarkan langsung pertandingan ini mulai pukul 04.00 WIB, memberi kesempatan pencinta bola Tanah Air menyaksikan drama penentu nasib tiga negara sekaligus.
Posisi Skotlandia saat ini terjepit di papan tengah klasemen Grup C. Mereka mengumpulkan tiga poin lewat kemenangan dramatis 1-0 atas Haiti, sebelum tunduk dengan skor tipis di tangan Maroko.
Satu kekalahan lagi bisa memupus mimpi Tartan Army melanjutkan langkah ke babak 32 besar. Sebaliknya, satu poin saja sudah cukup membuka jalan lewat jalur peringkat ketiga terbaik, mengingat ketatnya persaingan dengan tim-tim sekelas Swedia, Aljazair, dan Paraguay yang juga mengintai jatah serupa.
Tekanan besar kini ada di pundak Clarke. Sepanjang dua laga awal, ia terbukti gemar bereksperimen, mengubah formasi dan starter dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Skema 4-4-2 yang sukses menjinakkan Haiti langsung ia rombak total saat menghadapi Maroko, beralih ke pakem 4-5-1 yang lebih defensif. Nathan Patterson, Kieran Tierney, dan Ryan Christie pun mendapat kepercayaan sebagai starter, menggeser posisi Aaron Hickey, Ben Gannon-Doak, dan Lawrence Shankland ke bangku cadangan.
Pilihan taktik melawan Brasil jelas bukan perkara mudah. Tim Samba dikenal punya senjata mematikan lewat transisi serangan balik cepat, sehingga pertahanan rapat dan disiplin posisi menjadi syarat mutlak bagi Skotlandia agar tidak kebobolan lebih dulu.
Striker Lawrence Shankland menegaskan timnya tidak akan bermain aman meski hasil seri berpotensi cukup untuk lolos. “Kami ingin mendapatkan hasil terbaik. Kami tahu dengan bermain imbang mungkin sudah cukup membawa kami lolos. Tetapi, kami akan berusaha memenangi pertandingan,” ujarnya, dikutip dari BBC.
Sayangnya, ambisi itu harus berhadapan dengan kenyataan pahit di lini kebugaran skuad. Kieran Tierney yang ditarik keluar saat melawan Maroko terlihat menyeret kaki ketika berjalan meninggalkan lapangan, menambah kekhawatiran jelang laga krusial ini.
Tak hanya Tierney, kondisi tiga pemain andalan lain juga masih jadi tanda tanya besar. Aaron Hickey, Scott McKenna, dan Lewis Ferguson tercatat masih berlatih sendiri, terpisah dari sesi latihan kolektif tim utama, sinyal yang tidak menguntungkan bagi Clarke.
Di kubu seberang, Brasil justru datang dengan kepercayaan diri yang menanjak. Empat poin dari dua laga membuat mereka kokoh di puncak klasemen sementara Grup C, sekalipun raihan poinnya identik dengan Maroko yang hanya kalah selisih gol.
Modal satu poin saja sebenarnya sudah cukup mengantar Selecao ke babak gugur lebih awal. Namun status juara grup belum sepenuhnya di tangan, sebab Maroko masih berpeluang menggusur posisi puncak apabila sukses menundukkan Haiti di laga paralel.
Kabar yang paling dinanti publik justru datang dari lini depan Brasil. Nama Neymar kembali ramai dibicarakan setelah absen di dua laga awal akibat cedera betis yang sempat mengganggu performanya.
Pelatih Carlo Ancelotti memberi sinyal positif soal kesiapan bintang berusia 34 tahun tersebut untuk kembali merumput. Sosok eks pelatih Real Madrid itu menyebut Neymar sudah ikut berlatih bersama skuad utama, langkah penting menjelang laga sekelas final mini ini.
Kebutuhan akan Neymar pun makin mendesak setelah Brasil kehilangan Raphinha yang mengalami cedera saat menghadapi Haiti. Kehilangan satu winger berbahaya membuat opsi serangan Selecao otomatis menyusut.
“Neymar akan latihan individu pada hari Sabtu, dan dua hari kemudian bergabung dengan tim. Ia akan siap untuk pertandingan menghadapi Skotlandia,” kata Ancelotti, dikutip dari One Football.
Jika benar diturunkan, Neymar bakal melengkapi trio penyerang Brasil bersama Vinicius Junior dan Matheus Cunha. Duo tersebut sama-sama tampil moncer dengan torehan gol saat membantai Haiti pada laga sebelumnya.
Kombinasi pengalaman Neymar dengan ketajaman Cunha dan kecepatan Vinicius berpotensi menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Skotlandia. Apalagi jika trio ini benar-benar tampil bersama sejak menit awal di Miami.
Laga di Miami Stadium nanti akan dipimpin wasit asal Meksiko, Cesar Arturo Ramos. Bursa taruhan internasional pun menjagokan Brasil dengan peluang menang sekitar 60 persen, menyisakan ruang tipis bagi Skotlandia untuk tampil sebagai kuda hitam.
Bagi Tartan Army, laga ini bukan sekadar soal gaya bermain atau strategi di atas kertas. Ini soal mempertahankan asa yang sudah dirintis sejak kemenangan bersejarah atas Haiti, agar tidak berakhir sia-sia di hadapan raksasa Amerika Selatan.
FAQ
Kapan pertandingan Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan ini berlangsung Rabu (24/6/2026) waktu setempat di Miami Stadium, atau bertepatan dengan Kamis (25/6/2026) dini hari pukul 04.00 WIB bagi penonton di Indonesia.
Apakah Neymar akan bermain melawan Skotlandia?
Pelatih Carlo Ancelotti memberi sinyal positif bahwa Neymar berpeluang besar tampil setelah menjalani latihan individu dan bergabung kembali dengan skuad utama, menyusul absennya akibat cedera betis di dua laga sebelumnya.
Apa syarat Skotlandia lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026?
Skotlandia membutuhkan setidaknya satu poin tambahan dari laga melawan Brasil untuk memperbesar peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik Grup C.


Tinggalkan Balasan