MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Enam kali berturut-turut lolos ke Piala Dunia — pencapaian itu saja sudah luar biasa bagi Australia. Namun Socceroos kini datang ke Amerika Utara dengan ambisi yang lebih besar: mengakhiri kutukan babak 16 besar yang telah dua kali membayangi perjalanan mereka di turnamen terbesar dunia ini.
Di bawah komando Tony Popovic, tim nasional Australia siap membuktikan bahwa generasi baru Socceroos bukan sekadar penggembira. Mereka ingin melangkah lebih jauh dari yang pernah dicapai pendahulu mereka — melampaui babak gugur pertama yang selalu menjadi batas akhir perjalanan Australia di Piala Dunia.
Popovic bukan nama asing bagi sepak bola Australia. Mantan bek tengah andal ini pernah menjadi bagian dari skuad bersejarah di Piala Dunia 2006 Jerman, saat Socceroos pertama kali merasakan manisnya lolos dari fase grup. Lebih dari 50 penampilan bersama timnas membuatnya paham betul karakter dan mental yang dibutuhkan untuk bersaing di panggung dunia.
Penunjukan Popovic sebagai pelatih kepala datang setelah kepergian Graham Arnold pada akhir 2024. Pria kelahiran Sydney ini langsung mengambil alih kemudi di tengah perjalanan kualifikasi yang tidak mudah, dan berhasil membawa kapal sampai ke pelabuhan tujuan.
Perjalanan Australia menuju Piala Dunia 2026 dimulai dengan meyakinkan. Di putaran kedua kualifikasi AFC, mereka melibas semua lawan dengan enam kemenangan beruntun tanpa sekali pun kebobolan — dominasi yang nyaris sempurna.
Tantangan sesungguhnya baru terasa di putaran ketiga. Kekalahan 1-0 di kandang sendiri melawan Bahrain pada 5 September 2024 menjadi pukulan awal yang menyakitkan. Hasil imbang di Indonesia lima hari berselang memperburuk suasana, dan tekanan itulah yang akhirnya membuat Arnold memilih mundur dari jabatannya.
Popovic segera membalik keadaan. Kemenangan kandang atas Tiongkok dan hasil imbang yang berharga di Jepang menjaga Australia tetap berada di jalur yang benar. Momentum terus terjaga hingga kemenangan 1-0 atas Jepang di Perth pada 5 Juni 2025 menempatkan mereka di ambang tiket.
Kepastian itu datang lima hari kemudian di Jeddah. Gol Connor Metcalfe dan Mitch Duke masing-masing di dua babak memastikan kemenangan 2-1 atas Arab Saudi — dan dengan itu, Australia resmi menjadi bagian dari pesta sepak bola terbesar di Amerika Utara.
Di Piala Dunia 2026, Australia tergabung dalam grup yang akan membuka lembaran baru. Laga pertama dijadwalkan pada 13 Juni melawan salah satu dari Kosovo, Rumania, Slowakia, atau Turki di BC Place, Vancouver. Enam hari kemudian, mereka berhadapan dengan Amerika Serikat di Seattle, sebelum menutup fase grup melawan Paraguay di San Francisco Bay Area pada 25 Juni.
Sejarah Australia di Piala Dunia dimulai lebih dari setengah abad lalu. Debut mereka di Piala Dunia 1974 Jerman Barat terasa seperti mimpi yang akhirnya terwujud setelah perjuangan panjang. Kemenangan play-off 1-0 atas Korea Selatan di Hong Kong menjadi tiket pertama yang begitu dinanti. Di Jerman, mereka tampil di grup berat bersama tuan rumah Jerman Barat, namun tiga pertandingan tanpa kemenangan membuat mereka pulang lebih awal.
Kemudian datanglah kekosongan selama 32 tahun — periode paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola Australia — sebelum Socceroos akhirnya kembali ke panggung dunia di Jerman 2006.
Piala Dunia 2006 menjadi titik terang yang paling dikenang. Skuad yang diperkuat Harry Kewell, Mark Schwarzer, dan Tim Cahill berhasil keluar dari grup yang berisi Brasil, Kroasia, dan Jepang. Kemenangan dramatis 3-1 atas Jepang menjadi momen ikonik yang takkan terlupakan — Australia tertinggal 0-1 dengan enam menit tersisa, lalu Cahill bangkit mencetak dua gol, sebelum Aloisi mengunci kemenangan di injury time.
Namun di babak 16 besar, penalti Francesco Totti pada menit ke-95 memupus impian Australia, kalah 0-1 dari Italia yang akhirnya menjadi juara dunia.
Kisah serupa terulang di Qatar 2022. Australia kembali menembus fase grup sebagai runner-up di bawah Prancis, dengan kemenangan atas Tunisia dan Denmark. Di babak 16 besar, mereka kembali bertemu dengan tim yang akhirnya mengangkat trofi: Argentina. Gol Messi dan Alvarez mengakhiri perjalanan Socceroos dengan skor 2-1.
Dua kekalahan babak 16 besar dari calon juara dunia — Italia dan Argentina. Ada ironi pahit di sana, sekaligus kebanggaan tersendiri bahwa Australia selalu tumbang oleh yang terbaik.
Tim Cahill adalah wajah paling ikonik dari sepak bola Australia di Piala Dunia. Lima gol dalam tiga edisi berturut-turut — 2006, 2010, dan 2014 — menjadikannya pencetak gol terbanyak Australia sepanjang masa di turnamen ini. Tendangan voli kerasnya ke gawang Belanda di Brasil 2014, setelah menerima umpan silang dari sisi kanan, masih dikenang sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Kini tongkat estafet sudah berpindah ke generasi baru. Mathew Ryan dan Mathew Leckie, yang masing-masing telah mengoleksi 10 penampilan di putaran final, menjadi pemain paling berpengalaman di skuad saat ini. Dengan keduanya masih aktif, peluang untuk menambah catatan tersebut terbuka lebar di Amerika Utara.
Total rekor Australia di Piala Dunia cukup jujur menggambarkan perjalanan panjang mereka: 20 laga, 4 menang, 4 imbang, 12 kalah, dengan 17 gol tercipta dan 37 kebobolan. Angka yang tidak spektakuler, namun setiap pertandingan menyimpan cerita tersendiri.
Yang membedakan Australia 2026 dari edisi-edisi sebelumnya adalah ambisi yang lebih terstruktur dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Popovic, yang pernah merasakan sendiri panasnya panggung Piala Dunia sebagai pemain, kini memimpin generasi baru untuk menciptakan kenangan mereka sendiri.
Apakah Amerika Utara akan menjadi tempat di mana kutukan babak 16 besar akhirnya pecah? Socceroos datang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang untuk melampaui batas.
FAQ
Kapan Australia pertama kali lolos ke Piala Dunia? Australia pertama kali berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1974 di Jerman Barat, setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 di babak kualifikasi yang digelar di Hong Kong.
Siapa pelatih Australia di Piala Dunia 2026? Tony Popovic, mantan bek timnas dengan lebih dari 50 penampilan, ditunjuk sebagai pelatih kepala setelah Graham Arnold mengundurkan diri pada akhir 2024.
Apa pencapaian terbaik Australia di Piala Dunia? Australia telah dua kali mencapai babak 16 besar, yakni di Piala Dunia 2006 Jerman dan 2022 Qatar, namun keduanya berakhir dengan kekalahan tipis dari tim yang akhirnya menjadi juara dunia.


Tinggalkan Balasan