BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Momen tertinggi mereka datang pada 2010 di Afrika Selatan. Di bawah komando Vicente del Bosque, skuad yang didominasi bintang Barcelona dan Real Madrid itu memainkan tiki-taka dengan sempurna — penguasaan bola, tekanan tinggi, dan transisi mulus. Carles Puyol, Xavi, Sergio Busquets, Gerard Piqué, Andrés Iniesta dari Barcelona berpadu dengan Iker Casillas, Xabi Alonso, dan Sergio Ramos dari Madrid.

Gol tunggal Iniesta di babak perpanjangan waktu final melawan Belanda menjadi momen yang akan dikenang sepanjang masa. Selebrasinya — melepas kaos dan mempersembahkan gol untuk mendiang Dani Jarque — menjadi salah satu gambar paling emosional dalam sejarah Piala Dunia. Spanyol bukan hanya juara secara taktis, mereka juara secara jiwa.

Pencetak gol terbanyak La Roja di Piala Dunia adalah David Villa dengan sembilan gol, diikuti Emilio Butragueño, Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Raúl yang masing-masing mengemas lima gol. Adapun rekor penampilan terbanyak dipegang bersama oleh Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Sergio Busquets, masing-masing 17 pertandingan dalam empat edisi turnamen.

Kini, generasi baru tengah menapaki jejak para legenda itu. Lamine Yamal yang masih berusia remaja telah menunjukkan kualitas kelas dunia. Nico Williams membawa kecepatan dan kreativitas yang sulit dibendung. Cubarsi dan Huijsen membentuk lini belakang yang tangguh namun juga nyaman dengan bola. Sementara gelandang-gelandang seperti Pedri dan Gavi memberikan jaminan kualitas di lini tengah.

Jadwal grup Spanyol terlihat cukup bersahabat di atas kertas. Mereka memulai dengan menghadapi Tanjung Verde pada 15 Juni di Atlanta, berlanjut melawan Arab Saudi pada 21 Juni di tempat yang sama, sebelum menutup fase grup menghadapi Uruguay pada 26 Juni di Guadalajara. Uruguay tentu akan menjadi ujian paling berat — tim berpengalaman dengan filosofi sepak bola yang keras dan pragmatis.



Follow Widget