MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara kepulauan Afrika Barat dengan populasi hanya setengah juta jiwa itu akan tampil di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia—sebuah pencapaian yang mustahil terbayangkan beberapa dekade lalu.
Tanjung Verde resmi memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Eswatini 3-0 pada laga kualifikasi kesepuluh dan terakhir mereka di Praia. Kemenangan itu bukan sekadar hasil akhir pertandingan biasa—melainkan puncak dari proyek panjang yang dibangun di atas keringat, disiplin, dan rasa cinta mendalam terhadap sepak bola.
Negara yang baru merdeka dari Portugal pada 1975 ini memulai perjalanan tim nasionalnya tiga tahun kemudian, pada 1978. Selama hampir lima dekade berikutnya, proses membangun fondasi sepak bola nasional berlangsung pelan namun pasti. Ambisi tumbuh seiring pengalaman yang terakumulasi dari generasi ke generasi.
Kelolosan ke Piala Dunia bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar, Tanjung Verde sudah menunjukkan tanda-tanda menjanjikan ketika mereka berjuang sengit melawan Nigeria—salah satu raksasa sepak bola Afrika. Namun mereka tersingkir di laga terakhir fase grup setelah hasil imbang 1-1 di Lagos memupus harapan mereka. Sakit itu rupanya menjadi bahan bakar.
Beberapa nama kunci dari kualifikasi 2022 tetap bertahan dan menjadi tulang punggung tim empat tahun kemudian. Kapten Ryan Mendes, kiper andalan Vozinha, dan bek Roberto Lopes adalah contoh nyata bagaimana kesinambungan skuad berperan besar dalam membentuk tim yang matang dan kompak.
