BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

JAKARTA, PUNGGAWASPORT- Bukan sekadar jago pencet tombol, atlet esports Indonesia kini dipersiapkan layaknya atlet olimpiade sungguhan—dengan ahli gizi, dokter, dan tim sports science yang memantau tidur mereka. Selamat datang di era esports serius.

Manager Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, menyatakan persiapan para atlet sudah berjalan hampir 100 persen menjelang keberangkatan ke Jepang untuk Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya. Pernyataan itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Ela dalam konferensi pers, Selasa, 15 September.

Ela tampil percaya diri—dan ada alasannya. Ia bukan sekadar melempar optimisme kosong ke hadapan awak media. Di balik kesiapan yang ia klaim, ada struktur persiapan yang ternyata jauh lebih serius dari yang dibayangkan publik awam soal dunia esports.

“Kalau faktor teknis, saya yakin dari para pelatih dan atlet kita sudah siap untuk bertarung di Aichi-Nagoya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa soal strategi dan kemampuan bermain, kepercayaan penuh diserahkan kepada para pelatih dan atlet yang telah menjalani program latihan intensif.

Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) rupanya tidak hanya sibuk mengurus joystick dan monitor. Mereka juga membangun ekosistem persiapan yang mencakup aspek non-teknis—sesuatu yang kerap dianggap remeh dalam dunia esports namun ternyata menjadi kunci performa optimal di panggung internasional.

Timnas Esports Indonesia kini menggandeng tim sports science untuk memantau kondisi fisik dan mental setiap atlet secara lebih terukur. Bukan pengawasan asal-asalan, melainkan pemantauan menyeluruh yang mencakup tingkat kebugaran, beban latihan, kualitas pemulihan, pola tidur, hingga kondisi psikologis.

“Program sports science membantu kami mendapatkan gambaran yang lebih objektif tentang kondisi dan kebutuhan setiap atlet, mulai dari kebugaran, beban latihan, kualitas recovery, sampai tidur dan aspek mental,” jelas Ela.

Ini bukan gimmick. Pendekatan sports science dalam esports memang bukan hal baru di level internasional, namun Indonesia tampaknya kini mulai mengadopsinya secara lebih serius dan terstruktur. Tim Korea Selatan dan China sudah melakukannya bertahun-tahun. Indonesia, dengan caranya sendiri, sedang menyusul.

Untuk memperkuat program ini, PB ESI turut melibatkan ahli gizi dan dokter yang bertugas menjaga kondisi fisik sekaligus kesehatan mental para atlet selama masa persiapan berlangsung. Ini mempertegas bahwa esports bukan lagi soal siapa yang paling lama begadang atau paling banyak minum energi drink.

Justru sebaliknya. Tidur yang cukup, pola makan teratur, dan kondisi mental yang stabil kini menjadi variabel yang diperhitungkan dengan serius oleh tim pelatih dan staf pendukung. Atlet yang kelelahan dan stres tidak akan bisa berpikir jernih di meja pertandingan—dan Ela tahu betul soal itu.

Di sinilah letak ironisnya: dunia yang selama ini dicap sebagai hiburan remaja yang menghabiskan waktu di depan layar kini justru menerapkan standar persiapan yang tidak kalah ketat dari cabang olahraga fisik konvensional. Esports, mau tidak mau, sudah dewasa.

Asian Games 2026 Aichi-Nagoya bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan membuktikan bahwa investasi serius dalam ekosistem esports nasional bisa menghasilkan prestasi yang nyata di panggung Asia. Tekanan tentu ada, tapi Ela memilih membungkusnya dengan harapan.

“Harapan besar kami, atlet Indonesia bisa berjuang dan mendapatkan hasil terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia,” tutupnya.

Kalimat penutup yang terdengar familiar—hampir setiap cabang olahraga mendengar mantra serupa menjelang turnamen besar. Bedanya, kali ini ada data sports science, ada dokter, ada ahli gizi, dan ada program latihan yang dipantau ketat yang berdiri di belakang harapan itu.

Apakah semua itu cukup untuk pulang membawa medali dari Jepang? Jawabannya ada di layar pertandingan, bukan di podium konferensi pers. Tapi setidaknya, Indonesia datang dengan persiapan—bukan sekadar datang.

FAQ

Apa saja persiapan Timnas Esports Indonesia menjelang Asian Games 2026?
Persiapan mencakup dua aspek utama: teknis berupa strategi dan latihan bermain yang dipimpin pelatih, serta non-teknis berupa program sports science yang memantau kebugaran, pola tidur, pemulihan, dan kesehatan mental atlet dengan dukungan ahli gizi dan dokter.

Apa peran sports science dalam persiapan atlet esports Indonesia?
Tim sports science bertugas memberikan gambaran objektif mengenai kondisi dan kebutuhan setiap atlet, mulai dari tingkat kebugaran, beban latihan, kualitas recovery, hingga aspek mental, sehingga program latihan bisa disesuaikan secara individual.

Di mana dan kapan Asian Games 2026 akan berlangsung?
Asian Games 2026 akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang, dan Timnas Esports Indonesia sedang mempersiapkan diri secara intensif untuk tampil kompetitif di ajang bergengsi tersebut.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026