Pemain Chelsea ini memang telah lama membangun reputasi sebagai bek yang mengandalkan kerja keras ketimbang sorotan glamor. Kini, satu momen di lorong stadion berhasil menggambarkan karakter itu lebih jelas dari ribuan artikel profil sekalipun.
Set Lego replika trofi Piala Dunia yang ia bawa pun tiba-tiba menjadi benda yang diperbincangkan banyak orang. Produk tersebut merupakan bagian dari koleksi resmi FIFA dan Lego yang memang kerap diproduksi untuk momen-momen besar sepak bola. Namun melihatnya berada dalam kantong plastik kresek di tangan seorang juara dunia, entah mengapa terasa jauh lebih istimewa dari sekadar barang koleksi.
Ada sesuatu yang menyentuh dari keseluruhan gambaran itu. Cucurella, yang berasal dari Mollet del Vallès, sebuah kota kecil di Katalonia, tampak tidak terbebani oleh kebesaran momen. Ia menikmatinya dengan cara yang paling sederhana dan paling nyata — berjalan kaki, dengan pakaian senyaman mungkin, dan membawa pulang kenang-kenangan dalam plastik kresek.
Di era di mana selebrasi olahraga sering kali didesain untuk konsumsi media sosial, dipenuhi pose yang terencana dan narasi yang dikemas rapi, momen Cucurella muncul justru sebagai kebalikannya. Tidak ada kamera yang sengaja ia sambut, tidak ada sorotan yang ia cari. Hanya seorang pemain yang sedang pulang, membawa kebahagiaan dalam versi paling sederhana yang bisa ia bayangkan.
Dan justru karena itulah dunia membicarakannya.


Tinggalkan Balasan