Ketua Pengprov PORDI Jawa Timur, M. Alyas, memastikan bahwa seluruh hadiah yang disiapkan bersumber dari sponsor, bukan dari biaya pendaftaran peserta. Menurut dia, hal ini penting untuk menjaga prinsip transparansi dan kesesuaian dengan ketentuan syariah, di mana biaya registrasi hanya digunakan untuk kebutuhan operasional penyelenggaraan.
Turnamen ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PB PORDI, PORDI Jawa Timur, KONI Jawa Timur, IESPA Jawa Timur, hingga pemerintah daerah setempat.
Dengan dukungan luas dan skala nasional, turnamen ini dinilai menjadi langkah awal yang signifikan dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap domino—dari sekadar hiburan menjadi olahraga kompetitif yang memiliki standar dan prospek profesional.


Tinggalkan Balasan