Bagi Cape Verde, satu poin saja dari laga melawan kekuatan tradisional Amerika Selatan ini sudah cukup untuk dianggap sebagai pencapaian bersejarah. Namun jika mereka mampu mencuri tiga poin penuh, mimpi lolos ke babak 32 besar akan semakin nyata.
Di atas kertas, Uruguay memang masih difavoritkan. Skuad Bielsa diperkuat sejumlah nama besar, mulai dari Federico Valverde yang menjadi motor di lini tengah, hingga Darwin Nunez yang menjadi tumpuan utama di lini serang.
Namun performa La Celeste belakangan ini jauh dari kata stabil. Dalam lima laga terakhir, mereka pernah dihantam Amerika Serikat dengan skor telak 1-5 pada laga persahabatan, sebelum mencatat rangkaian hasil imbang melawan Inggris, Aljazair, dan terakhir Arab Saudi.
Bielsa berdalih hasil-hasil tersebut merupakan bagian dari proses meracik komposisi tim terbaik. Namun publik Uruguay jelas menuntut bukti nyata, terutama menjelang laga krusial melawan tim debutan seperti Cape Verde.
Berbeda dengan Uruguay, tren performa Cape Verde justru menanjak signifikan. Sempat takluk 4-2 dari Chile pada laga uji coba Maret 2026, Hiu Biru kemudian bangkit dengan menahan imbang Finlandia, lalu mencatat dua kemenangan telak 3-0 atas Bermuda dan Serbia sebagai pemanasan jelang Piala Dunia.


Tinggalkan Balasan