Sebaliknya, ketika berhasil merebut bola, serangan balik Arab Saudi diperkirakan akan langsung diarahkan ke kaki Salem Al Dawsari. Bintang Al Hilal itu punya reputasi sebagai pemain yang bisa mengubah momen sulit menjadi gol penentu, kemampuan yang sudah teruji di level klub maupun timnas.
Sementara itu, Spanyol diprediksi akan tetap setia pada filosofi penguasaan bola sembari mencoba membongkar pertahanan berlapis Arab Saudi. Kombinasi pergerakan cepat dari Yamal dan Williams di kedua sisi sayap akan menjadi senjata utama La Roja untuk merobek pertahanan lawan dari sisi luar, sementara Pedri, Gavi, Dani Olmo, dan Ferran Torres diperkirakan mendapat tugas menambah tekanan dari lini tengah.
Secara hitungan di atas kertas, Spanyol jelas lebih diunggulkan dalam laga ini. Namun pengalaman gagal mencetak gol melawan Tanjung Hijau jadi pengingat bahwa dominasi permainan tidak otomatis berbuah hasil tanpa ketajaman di depan gawang. Efektivitas dalam menyelesaikan peluang akan menjadi penentu apakah Spanyol benar-benar bisa keluar dari laga ini dengan kemenangan penuh.
Laga ini akan dipimpin wasit asal Brasil, Raphael Claus, di Atlanta Stadium. Sejumlah lembaga prediksi menempatkan peluang kemenangan Spanyol di kisaran 55 persen, sementara Arab Saudi diberi peluang 45 persen untuk setidaknya mencuri poin dari laga ini.


Tinggalkan Balasan