SPANYOL, PUNGGAWASPORT – Presiden La Liga, Javier Tebas, meledak. Bukan soal skor atau klasemen, melainkan tentang masa depan sepak bola dunia yang ia nilai sedang digiring menuju kehancuran oleh tangan FIFA sendiri.
Dalam wawancara dengan harian olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, Tebas secara terang-terangan menuntut Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengundurkan diri. Serangan verbal itu bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kekhawatiran mendalam para pelaku industri sepak bola Eropa terhadap arah kebijakan FIFA.
“Infantino dan FIFA sedang menghancurkan industri sepak bola,” kata Tebas tanpa tedeng aling-aling. Ia menilai keputusan-keputusan FIFA diambil secara tidak bertanggung jawab dan justru menggerus ekosistem sepak bola yang selama ini dibangun dengan susah payah.
Kritik Tebas terutama tertuju pada wacana perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim. Bagi Tebas, ini bukan kemajuan, melainkan kemunduran. “Kita butuh lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepak bola domestik,” tegasnya.
Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang sudah menjadi edisi bersejarah—pertama kalinya turnamen empat tahunan itu diikuti 48 tim nasional. Namun alih-alih berhenti di angka itu, FIFA sudah mulai melirik kemungkinan ekspansi lebih jauh.


Tinggalkan Balasan