BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Tebas tidak menyebut adanya bukti konkret, namun ia mengangkat isu ini sebagai bagian dari pola yang ia lihat: FIFA kerap mengambil keputusan berdasarkan tekanan eksternal, bukan berdasarkan prinsip keadilan dan hukum permainan yang baku.

Di sisi lain, Infantino tampak tidak terpengaruh oleh gelombang kritik yang terus mengalir. Ia tetap menyebut Piala Dunia 2026 sebagai sebuah “kesuksesan luar biasa” dan tidak menutup pintu terhadap kemungkinan ekspansi lebih lanjut.

“Kita akan lihat apakah tetap 48 tim atau mungkin 64 tim. Semua akan dibahas dan dianalisis,” ujar Infantino, merespons pertanyaan seputar format turnamen ke depan. Sikapnya yang tenang di tengah badai kritik mencerminkan keyakinan bahwa popularitas dan jangkauan global Piala Dunia justru semakin menguat.

Ketegangan antara Tebas dan Infantino sebenarnya bukan barang baru. Selama bertahun-tahun, Tebas menjadi salah satu suara paling kritis terhadap ekspansi kalender internasional—mulai dari penolakan terhadap Piala Dunia Antarklub yang diperbesar hingga keberatan atas jadwal pertandingan timnas yang dinilai terlalu menyita pemain dari kompetisi domestik.

Bagi Tebas, La Liga bukan sekadar liga sepak bola. Ini adalah ekosistem ekonomi raksasa yang menopang ribuan pekerjaan, menghidupi puluhan klub, dan menjadi tulang punggung industri hiburan Spanyol. Setiap kali FIFA mengambil kebijakan yang menarik pemain keluar dari putaran kompetisi liga lebih lama dari biasanya, dampaknya terasa langsung di neraca keuangan klub-klub La Liga.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026