Perdebatan ini juga menyentuh pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang sebenarnya memegang kendali atas sepak bola global? Apakah liga-liga domestik yang menjadi tulang punggung industri, ataukah FIFA sebagai otoritas tertinggi yang menentukan kalender dan format kompetisi internasional?
Hingga kini, jawaban atas pertanyaan itu masih abu-abu. Yang jelas, Tebas sudah memilih jalannya—bersuara keras, bahkan jika itu berarti menantang langsung orang paling berkuasa di sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 masih berlangsung. Tapi perdebatan tentang seperti apa wajah Piala Dunia di masa depan sudah dimulai jauh sebelum trofi diangkat.
Halaman


Tinggalkan Balasan