Kenyataannya berbicara lain.
Scaloni memulai revolusi senyap. Ia menyegarkan komposisi tim, membuka pintu bagi wajah-wajah baru seperti Rodrigo De Paul, Giovani Lo Celso, dan Lautaro Martínez—nama-nama yang kemudian menjadi tulang punggung skuad. Lebih dari sekadar membenahi taktik, ia membangun mentalitas. Puncak pertama datang di Copa America 2021, ketika Argentina mengakhiri puasa gelar besar yang hampir menyentuh tiga dekade. Dari sana, mereka tak berhenti: Finalissima, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024 menjadi rangkaian trofi yang mengagumkan.
Di Piala Dunia 2026 ini, Argentina ditempatkan bersama Aljazair dan Austria di babak grup. Mereka dijadwalkan menghadapi Aljazair di Kansas City pada 16 Juni, kemudian berhadapan dengan Austria di Dallas pada 22 Juni, sebelum menutup fase grup melawan Yordania, juga di Dallas, pada 27 Juni.
Perjalanan Argentina lolos ke turnamen ini pun dilakukan dengan penuh gaya. Kepastian tiket datang lebih awal dari jadwal—saat Bolivia menahan Uruguay imbang di matchday ke-14 kualifikasi, Argentina sudah resmi lolos meski masih menyisakan lima pertandingan. Mereka kemudian merayakan momen itu dengan cara terbaik: menghancurkan Brasil 4-1 di El Monumental, kandang keramat mereka sendiri.
Sejarah Argentina di Piala Dunia adalah kisah panjang yang dimulai sejak edisi pertama pada 1930 di Uruguay. Saat itu, mereka tampil sebagai salah satu dari hanya 13 tim peserta dan langsung melaju ke final—di mana mereka berhadapan dengan tuan rumah Uruguay. Argentina sempat membalik ketertinggalan menjadi 2-1, namun akhirnya takluk 4-2. Guillermo Stabile, yang mencetak delapan gol dalam satu turnamen, menjadi pahlawan sekaligus pencetak gol terbanyak dalam edisi perdana itu.
