MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Argentina datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai peserta—mereka hadir sebagai pemburu sejarah. Dengan trofi emas masih hangat di tangan sejak Qatar 2022, La Albiceleste kini mengincar sesuatu yang belum pernah dilakukan tim mana pun selama lebih dari enam dekade: mempertahankan gelar Piala Dunia.
Partisipasi ke-19 Argentina di turnamen terbesar sepak bola dunia ini digelar di tiga negara sekaligus—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Mereka masuk dengan status yang nyaris tak tertandingi: juara dunia, juara benua dua kali berturut-turut usai mempertahankan Copa America 2024, sekaligus juara kualifikasi zona Amerika Selatan dengan keunggulan sembilan poin dari pesaing terdekat, Ekuador.
Di atas kertas, ini adalah Argentina terkuat dalam ingatan kolektif dunia.
Ambisi tim asuhan Lionel Scaloni sangat jelas: mengikuti jejak Brasil yang sukses dua kali juara beruntun pada 1958 dan 1962. Bila Argentina berhasil, mereka akan menjadi tim pertama yang melakukannya sejak lebih dari enam puluh tahun silam—sebuah pencapaian yang akan mengukir nama mereka dalam sejarah dengan tinta emas.
Scaloni sendiri adalah anomali yang berhasil membuktikan diri. Ketika ditunjuk sebagai pelatih sementara pada Agustus 2018—menggantikan Jorge Sampaoli yang meninggalkan Argentina dengan cara yang tidak menyenangkan usai terhempas dari babak 16 besar Piala Dunia di Rusia—tak banyak yang memberi kepercayaan penuh padanya. Mantan bek kanan itu dianggap terlalu hijau, terlalu berpengalaman sebagai asisten, belum teruji sebagai pemimpin.
Kenyataannya berbicara lain.
Scaloni memulai revolusi senyap. Ia menyegarkan komposisi tim, membuka pintu bagi wajah-wajah baru seperti Rodrigo De Paul, Giovani Lo Celso, dan Lautaro Martínez—nama-nama yang kemudian menjadi tulang punggung skuad. Lebih dari sekadar membenahi taktik, ia membangun mentalitas. Puncak pertama datang di Copa America 2021, ketika Argentina mengakhiri puasa gelar besar yang hampir menyentuh tiga dekade. Dari sana, mereka tak berhenti: Finalissima, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024 menjadi rangkaian trofi yang mengagumkan.
Di Piala Dunia 2026 ini, Argentina ditempatkan bersama Aljazair dan Austria di babak grup. Mereka dijadwalkan menghadapi Aljazair di Kansas City pada 16 Juni, kemudian berhadapan dengan Austria di Dallas pada 22 Juni, sebelum menutup fase grup melawan Yordania, juga di Dallas, pada 27 Juni.
Perjalanan Argentina lolos ke turnamen ini pun dilakukan dengan penuh gaya. Kepastian tiket datang lebih awal dari jadwal—saat Bolivia menahan Uruguay imbang di matchday ke-14 kualifikasi, Argentina sudah resmi lolos meski masih menyisakan lima pertandingan. Mereka kemudian merayakan momen itu dengan cara terbaik: menghancurkan Brasil 4-1 di El Monumental, kandang keramat mereka sendiri.
Sejarah Argentina di Piala Dunia adalah kisah panjang yang dimulai sejak edisi pertama pada 1930 di Uruguay. Saat itu, mereka tampil sebagai salah satu dari hanya 13 tim peserta dan langsung melaju ke final—di mana mereka berhadapan dengan tuan rumah Uruguay. Argentina sempat membalik ketertinggalan menjadi 2-1, namun akhirnya takluk 4-2. Guillermo Stabile, yang mencetak delapan gol dalam satu turnamen, menjadi pahlawan sekaligus pencetak gol terbanyak dalam edisi perdana itu.
Tiga gelar juara yang kemudian diraih Argentina masing-masing meninggalkan cerita berbeda. Pada 1978, mereka bermain di hadapan publik sendiri. Di bawah arahan Cesar Luis Menotti, tim yang dipenuhi teknisi berbakat itu menaklukkan Belanda 3-1 lewat perpanjangan waktu, dengan Mario Kempes sebagai bintang utama. Gaya bermain berbasis penguasaan bola yang diperkenalkan saat itu menjadi warisan taktis yang masih relevan hingga hari ini.
Delapan tahun kemudian di Meksiko, Piala Dunia 1986 menjadi milik satu orang: Diego Maradona. Sosok kecil bertubuh pendek itu menguasai turnamen seperti entitas tersendiri—dua gol melawan Inggris di perempat final, termasuk “Gol Abad Ini” yang masih diputar ulang setiap tahun, menjadi simbol kejeniusannya yang melampaui batas logika sepak bola biasa. Carlos Bilardo duduk di bench, namun Maradona-lah yang benar-benar memegang kendali.
Pada 2022 di Qatar, giliran Lionel Messi yang menulis epilog paling dramatis dalam hidupnya. Argentina sempat tersandung di awal, kalah mengejutkan dari Arab Saudi di laga pembuka. Namun kekalahan itu justru menjadi bahan bakar. Julián Álvarez dan Enzo Fernández—keduanya mulai turnamen sebagai pemain cadangan—tiba-tiba menjelma menjadi sosok sentral. Seluruh skuad menyatu.
Di babak gugur, Argentina melewati setiap rintangan dengan campuran kualitas dan drama. Australia dikalahkan 2-1, lalu Belanda dilangkahi lewat drama adu penalti. Kroasia dihancurkan 3-0 di semifinal. Dan final melawan Prancis? Itu adalah pertandingan yang mungkin tak akan pernah terlupakan oleh siapa pun yang menyaksikannya—Argentina unggul 2-0 lalu nyaris kewalahan, dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang di adu penalti.
Messi kini berdiri sebagai pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 13 gol, melampaui Gabriel Batistuta yang berhenti di angka sepuluh. Ia juga memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia untuk pemain dari negara mana pun—26 laga yang tersebar di lima turnamen sejak 2006 hingga 2022.
Kemenangan terbesar Argentina di Piala Dunia dicatat dua kali dengan selisih enam gol: melawan Peru pada 1978 dan Serbia-Montenegro pada 2006. Laga terakhir itu punya makna ganda—bukan hanya karena Argentina menang telak, tetapi karena itulah momen di mana Messi mencetak gol perdananya di Piala Dunia, sekaligus laga yang menghadirkan gol beruntai 25 umpan dari Esteban Cambiasso yang hingga kini disebut sebagai salah satu gol tim terbaik sepanjang masa.
Kini, di 2026, semua mata kembali tertuju ke Messi dan rekan-rekannya. Bisakah La Albiceleste menorehkan sejarah yang belum pernah ditulis selama lebih dari enam puluh tahun?
FAQ
Berapa kali Argentina menjuarai Piala Dunia? Argentina telah memenangkan Piala Dunia sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1978 di kandang sendiri, 1986 di Meksiko, dan 2022 di Qatar.
Siapa pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia? Lionel Messi memegang rekor tersebut dengan 13 gol, diikuti oleh Gabriel Batistuta dengan 10 gol.
Siapa pelatih Argentina di Piala Dunia 2026? Argentina ditangani oleh Lionel Scaloni, yang telah memimpin tim sejak 2018 dan membawa mereka meraih Piala Dunia 2022 serta dua gelar Copa America berturut-turut.


Tinggalkan Balasan