BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Satu pertandingan tersisa. Di satu sisi, ada Argentina yang datang membawa nama besar Lionel Messi dan status juara bertahan. Di sisi lain, Spanyol hadir dengan kolektivitas yang nyaris sempurna—hanya sekali kebobolan sepanjang turnamen. Final Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga puncak, melainkan ujian filosofi sepak bola yang sesungguhnya.

Pengamat sepak bola Andi Ishar menyebut Argentina layak difavoritkan, namun dengan catatan penting. Menurutnya, kehadiran Messi memang menjadi variabel pembeda yang sulit diabaikan—bahkan di usia yang tidak lagi muda, kapten Albiceleste itu masih mampu mengubah jalannya sebuah pertandingan hanya dalam satu sentuhan.

“Argentina memang menjadi favorit. Mereka memiliki kedalaman skuad yang sangat baik dengan Lionel Messi sebagai faktor pembedanya. Wajar kalau kemudian Argentina menjadi favorit karena juga datang sebagai juara bertahan,” kata Andi kepada PunggawaSport, Sabtu, 18 Juli 2026.

Tapi final Piala Dunia bukan panggung solo. Kesit mengingatkan bahwa keunggulan individu Messi belum tentu cukup jika Argentina gagal membongkar organisasi permainan Spanyol yang telah terbukti solid sejak babak penyisihan grup.

Spanyol melakoni turnamen ini dengan cara yang berbeda dari kebanyakan tim besar. Mereka tidak bertumpu pada satu nama, tidak mengandalkan satu bintang untuk memikul seluruh beban serangan. La Roja membangun permainan di atas fondasi kolektivitas—sabar, presisi, dan mematikan begitu masuk ke sepertiga akhir lapangan lawan.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026