BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Momentum itu tidak berhenti di sana. Menjelang Piala Dunia, Austria menyapu bersih tiga laga uji coba berturut-turut dengan hasil yang meyakinkan: Gana dihancurkan 5-1, Korea Selatan ditaklukkan 1-0, dan Tunisia juga menyerah dengan skor serupa. Lima pertandingan terakhir tanpa kekalahan menjadi modal psikologis yang luar biasa bagi Die Burschen.

Target Rangnick sudah jelas dan tidak main-main: membawa Austria lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Untuk itu, poin penuh saat menghadapi Yordania menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar sebelum berhadapan dengan Argentina dan Aljazair di laga berikutnya.

Namun ada kabar yang sedikit mengganggu kesiapan Austria. Christoph Baumgartner, gelandang serang andalan yang bermain untuk RB Leipzig, harus absen akibat cedera paha. Ia tetap dibawa ke skuad, berperan sebagai penyemangat moral bagi rekan-rekannya, sebagaimana yang pernah dilakukan David Alaba di Piala Eropa 2024. “Fokus utama saya tentu pemulihan cedera. Namun saya akan berusaha membantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa,” ujar Baumgartner.

Selain Baumgartner, Patrick Wimmer, Florian Grillitsch, dan David Alaba juga masih dibayangi masalah kebugaran. Meski begitu, Alaba diperkirakan tetap masuk dalam susunan pemain utama. Di lini serang, kuartet Romano Schmid, Marcel Sabitzer, Michael Gregoritsch, dan Marko Arnautovic siap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Yordania.

Di sisi lain lapangan, Yordania hadir dengan aura yang berbeda. Keikutsertaan mereka di Piala Dunia bukan hasil yang mudah diraih. Tim berjulukan The Chivalrous Ones itu berjuang keras melalui putaran ketiga kualifikasi Asia, mengumpulkan 16 poin dari 10 pertandingan dan finis sebagai runner-up grup, hanya unggul tipis atas Irak untuk merebut tiket otomatis.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026