Setelah tiket Piala Dunia di tangan, Yordania sempat memperlihatkan secercah harapan. Mereka melaju hingga final Piala Arab sebelum takluk dramatis 2-3 dari Maroko lewat perpanjangan waktu. Pencapaian itu menunjukkan bahwa tim ini punya karakter untuk bersaing di level tinggi.
Sayang, performa mereka merosot tajam menjelang turnamen dimulai. Dari empat laga persahabatan terakhir, Yordania hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan dua kekalahan, termasuk dihajar Swiss 1-4 dan kalah dari Kolombia 0-2. Mereka memasuki Piala Dunia dengan catatan lima pertandingan tanpa kemenangan, sebuah statistik yang tentu mengkhawatirkan.
Situasi itu diperparah dengan absennya Yazan Al Naimat, striker andalan yang mencetak delapan gol selama kualifikasi. Cedera yang menimpa Al Naimat sejak Desember lalu belum kunjung pulih, meninggalkan lubang besar di lini depan Yordania. Ibrahim Sabra pun turut dicoret dari skuad dan digantikan Mohammad Taha. Lini serang Yordania kemungkinan akan mengandalkan trio Mousa Tamari, Ali Olwan, dan Odeh Fakhouri untuk mencetak gol.
Meski begitu, pelatih Jamal Sellami tampak tenang menghadapi laga pembuka ini. “Kami sudah bangga bisa tampil di putaran final Piala Dunia. Berpartisipasi dalam ajang global ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan citra positif Yordania kepada dunia internasional,” ujar pelatih asal Maroko itu dengan nada penuh kebanggaan.
Catatan statistik berbicara gamblang: pertahanan Yordania telah kebobolan minimal dua gol dalam lima pertandingan terakhir mereka. Kondisi ini menjadi angin segar bagi lini serang Austria yang tengah berada di puncak performa. Austria diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola dan mendikte jalannya pertandingan.


Tinggalkan Balasan