Sejak wasit Dario Herrera meniup peluit kick-off, Belgia langsung tampil agresif. Dalam sepuluh menit pertama, Kevin De Bruyne dan kolega menguasai bola hingga 77 persen, menekan pertahanan Iran tanpa henti.
Namun dominasi penguasaan bola itu tak serta-merta berbuah gol. Justru Iran yang nyaris unggul lebih dulu pada menit ke-25 lewat Mehdi Taremi, yang berhasil melewati kawalan Thibaut Courtois usai menerima umpan matang dari Hajsafi.
Gol tersebut sempat membuat para pemain Iran merayakan kemenangan sesaat. Sayangnya, wasit menganulirnya setelah video assistant referee (VAR) menemukan Taremi berada dalam posisi offside tipis, hanya selebar bahu.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Youri Tielemans dan Kevin De Bruyne tampil sebagai motor serangan Belgia, namun rapatnya pertahanan Iran membuat Setan Merah kesulitan menembus gawang yang dikawal Alireza Beiranvand.
Memasuki babak kedua, Belgia kembali mencoba menekan lewat pergerakan tajam De Bruyne. Pelatih Rudi Garcia bahkan tak segan melakukan perombakan di lini depan dengan menarik keluar beberapa pemain dan memasukkan Dodi Lukebakio serta Hans Vanaken untuk mendongkrak daya gedor timnya.


Tinggalkan Balasan