Di lini tengah, posisi De Bruyne juga masih sulit tergeser. Kerja samanya dengan Youri Tielemans dan Amadou Onana selama ini terbukti efektif mengalirkan bola sekaligus menjaga keseimbangan tim saat bertahan maupun menyerang. Sementara di lini belakang, Garcia kemungkinan tetap mempercayai formasi yang sama, dengan Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, dan Timothy Castagne mengawal Courtois di bawah mistar.
Dari kubu Iran, satu kabar kurang menggembirakan datang dari lini tengah. Saman Ghoddos, gelandang serang andalan Ghalenoei, diragukan tampil dalam kondisi 100 persen fit. Pemain 32 tahun ini mengalami masalah pergelangan kaki saat melawan Selandia Baru dan harus ditarik keluar pada menit ke-65.
Tanpa Ghoddos, Amirmohammad Razzaghinia berpeluang besar mendapat kesempatan emas untuk tampil. Gelandang 20 tahun ini baru empat kali bermain untuk Timnas Iran sejak debutnya pada Juni 2025, namun laga melawan Belgia bisa menjadi panggung pembuktian dirinya di pentas terbesar sepak bola dunia.
Dengan formasi 4-4-2, Razzaghinia diproyeksikan berduet bersama Saeid Ezatolahi di tengah. Mohammad Mohebi akan mengisi sisi kanan dan Aria Yousefi di kiri, keduanya bertugas memberi suplai bagi duet penyerang Taremi dan Shahriar Moghanlou. Di bawah gawang, Alireza Beiranvand masih jadi andalan, dikawal lini belakang yang sudah malang melintang sejak kualifikasi zona Asia: Ramin Rezaeian, Ali Nemati, Shojae Khalilzadeh, dan Milad Mohammadi.
Pertandingan ini akan dipimpin wasit asal Argentina, Dario Herrera, di Los Angeles Stadium. Belgia tetap diunggulkan dengan peluang kemenangan di kisaran 60 persen berbanding 40 persen untuk Iran. Namun di atas kertas tak selalu sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan, dan tekanan untuk meraih kemenangan bisa membuat hasil laga ini berjalan di luar prediksi.


Tinggalkan Balasan