BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Sementara itu, Warren Zaïre-Emery—pemain PSG ketiga—menghadapi tantangan berbeda: menembus starting eleven Prancis yang bertabur bintang. Gelandang serbabisa ini tampil impresif sepanjang musim, tapi apakah ia cukup sering bermain untuk mencuri perhatian juri? Pertanyaan itu yang akan terjawab selama turnamen berlangsung.

Di luar Paris, ada nama yang lebih mudah disebut sebagai favorit publik. Lamine Yamal, sang fenomena Barcelona yang kerap membuat orang lupa ia baru berusia 18 tahun, datang dengan bekal 42 kontribusi gol dari 45 penampilan musim ini. Pemain sayap Spanyol ini sudah pernah menjadi bintang di Piala Eropa 2024—Piala Dunia adalah panggung berikutnya yang menanti.

Dari Brasil, Endrick datang dengan energi berbeda. Setelah kesulitan menemukan menit bermain di Real Madrid, ia dipinjamkan ke Olympique Lyon dan langsung meledak: 16 kontribusi gol dalam 24 penampilan. Kini berusia 19 tahun, ia membawa momentum terbaik hidupnya ke turnamen paling bergengsi di dunia.

Turki memiliki dua kartu as muda yang bisa saling melengkapi. Arda Güler, yang akhirnya menemukan ritmenya di Real Madrid musim lalu lewat 20 kontribusi gol, berbagi tanggung jawab serangan dengan Kenan Yıldız. Gelandang Juventus ini mengoleksi 21 keterlibatan gol musim lalu dan sudah merasakan atmosfer internasional sejak 2023. Bersama, keduanya menjadi senjata paling berbahaya yang pernah dimiliki Turki dalam beberapa dekade terakhir.

Kejutan bisa datang dari sudut yang tidak terduga. Antonio Nusa tampil mengesankan bersama Norwegia dengan 17 kontribusi gol dari 24 penampilan internasional—angka yang menempatkan Norwegia sebagai salah satu kandidat tim kuda hitam. Rekan setimnya di RB Leipzig, Yan Dioumandé dari Pantai Gading, juga tak kalah mengesankan: 23 keterlibatan gol musim lalu, kecepatan tinggi, dan kemampuan menggunakan kedua kaki sama baiknya menjadikannya momok nyata bagi lini pertahanan lawan.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026