BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di Brasil, perjalanan mereka dimulai di Maracana melawan Argentina. Kekalahan 2-1 itu diwarnai satu momen bersejarah: gol perdana Bosnia di Piala Dunia, dicetak oleh Ibisevic. Kekalahan dari Nigeria di laga berikutnya menutup peluang lolos ke babak 16 besar. Namun mereka menutup turnamen dengan kepala tegak — kemenangan 3-1 atas Iran, yang dipimpin Pjanic dan Dzeko, menjadi momen paling membekas dari keikutsertaan pertama mereka.

Gol penutup dari Avdija Vrsajevic dalam laga itu hingga kini masih dikenang sebagai simbol kebanggaan nasional — penutupan yang indah dari generasi emas yang meletakkan fondasi sepak bola Bosnia di panggung dunia.

Di Piala Dunia 2026, Bosnia dan Herzegovina tergabung dalam grup yang akan menentukan seberapa jauh ambisi baru mereka bisa diwujudkan. Mereka dijadwalkan menghadapi Kanada pada 12 Juni di Toronto, Swiss pada 18 Juni di Los Angeles, dan menutup fase grup melawan tuan rumah Qatar di Seattle pada 24 Juni.

Kanada adalah tim yang bermain di depan publiknya sendiri dan memiliki motivasi ekstra. Swiss dikenal sebagai tim yang terorganisasi dan sulit ditembus. Sementara Qatar, meski tidak diperhitungkan secara teknis, tetap membawa ambisi sebagai tim tuan rumah. Bosnia harus mampu mencuri poin dari minimal dua laga untuk membuka peluang ke babak gugur.

Sejak dibentuk pada 1993 pasca-pecahnya Yugoslavia, perjalanan sepak bola Bosnia adalah kisah tentang membangun identitas dari nol. Mereka pernah kandas di play-off untuk Piala Dunia 2010 melawan Portugal, sebelum akhirnya menembus Brasil 2014 dan kini kembali ke pentas dunia dua belas tahun kemudian. Catatan keseluruhan mereka di Piala Dunia adalah tiga pertandingan, satu kemenangan, dua kekalahan, dan empat gol dicetak.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version