BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Qatar kembali. Kali ini bukan karena ditunjuk sebagai penyelenggara, melainkan karena mereka berjuang dan membuktikan diri di lapangan hijau. Keberhasilan Maroons mengunci tiket Piala Dunia FIFA 2026 melalui jalur kualifikasi reguler Asia menandai babak baru yang jauh lebih bermakna dalam perjalanan panjang sepak bola negara Teluk tersebut.

Bagi banyak tim, lolos ke Piala Dunia adalah rutinitas. Bagi Qatar, ini adalah pernyataan. Setelah debut bersejarah di edisi 2022—yang mereka selenggarakan sendiri—kini Maroons membuktikan bahwa kehadiran mereka di panggung global bukan sekadar keistimewaan tuan rumah.

Empat tahun silam, Qatar menjadi sorotan dunia ketika menjadi negara Arab pertama yang menyelenggarakan Piala Dunia. Turnamen itu berlangsung luar biasa dari sisi organisasi dan keramahan, memperkenalkan kawasan Teluk kepada jutaan penonton di seluruh dunia. Namun di sisi lapangan, tim tuan rumah harus menelan pil pahit: tersingkir di fase grup tanpa meraih satu pun poin.

Kini ceritanya berbeda. Qatar berhasil mengunci tempat di Piala Dunia 2026 lewat kerja keras dan sistem, bukan privilege.

Kemenangan dramatis 2-1 atas Uni Emirat Arab pada 14 Oktober tahun lalu menjadi momen penentu. Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel masing-masing mencetak gol melalui sundulan di babak kedua, mengantarkan Maroons keluar sebagai pemuncak grup putaran keempat kualifikasi Asia. Hasil itu sekaligus menutup kampanye kualifikasi yang konsisten dan meyakinkan.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version