Bupati perempuan pertama Sinjai itu juga menyampaikan harapannya agar turnamen ini menjadi wadah nyata bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ia bahkan menyebut Mallise Cup sebagai salah satu cara daerah menemukan dan mengembangkan bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama Kabupaten Sinjai di kancah yang lebih luas.
Kepada seluruh peserta dan ofisial tim, Ratnawati berpesan agar semangat sportivitas selalu diutamakan. Kesehatan dan keselamatan pemain selama berlangsungnya pertandingan juga menjadi perhatian khusus yang ia tekankan kepada semua pihak.
Tak hanya kepada para pemain, imbauan serupa juga ditujukan kepada para suporter. Ratnawati mengajak seluruh pendukung tim untuk menyalurkan antusiasme mereka secara tertib dan santun, agar setiap pertandingan bisa berlangsung aman, kondusif, dan menjadi tontonan yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat.
Turnamen Mallise Cup 2026 sendiri mencerminkan geliat olahraga di tingkat akar rumput yang semakin menggeliat di Kabupaten Sinjai. Penyelenggaraan di level desa seperti ini dinilai penting karena memberikan ruang kompetisi yang nyata bagi para pemain lokal yang selama ini sering kekurangan kesempatan untuk tampil dan berkembang.
Desa Bonto Salama, yang menjadi tuan rumah, tampak antusias menyambut ajang ini. Lapangan Mallise yang menjadi arena pertandingan dipadati penonton dari berbagai penjuru kecamatan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola di wilayah ini.
Dengan durasi sepekan penuh, Mallise Cup 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga meninggalkan jejak positif berupa semangat kebersamaan dan solidaritas yang mengakar kuat di tengah masyarakat Sinjai Barat dan sekitarnya.


Tinggalkan Balasan