BONE, PUNGGAWASPORT – Semangat olahraga berkobar di Stadion Lapatau, Kabupaten Bone, Sabtu, 7 November 2026. Ribuan pasang mata menyaksikan momen bersejarah pembukaan Pekan Olahraga Provinsi XVIII Sulawesi Selatan, ajang empat tahunan yang kembali mempertemukan para atlet terbaik dari seluruh penjuru provinsi.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Porprov XVIII Sulsel 2026 di hadapan jajaran bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta ribuan tamu undangan yang memadati stadion yang terletak di Jalan Reformasi, Kecamatan Tanete Riattang Barat itu.
Di antara para kepala daerah yang hadir, tampak Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menyaksikan langsung seremoni pembukaan yang berlangsung meriah. Kehadirannya bukan sekadar protokol, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah kepada para atlet Sinjai yang akan berjuang membawa nama kabupaten di panggung olahraga provinsi.
Tema “Olahraga Menyatukan Kita” terasa mengalir hidup dalam momen defile kontingen yang menjadi puncak seremoni pembukaan. Satu per satu kontingen dari kabupaten dan kota peserta melintas di hadapan tribune utama, termasuk kontingen Kabupaten Sinjai yang melangkah dengan penuh percaya diri.
Kabupaten Sinjai menurunkan kekuatan penuh pada Porprov kali ini. Sebanyak 353 atlet disiapkan untuk berlaga di 27 cabang olahraga dari total 48 cabang yang dipertandingkan. Kompetisi akan berlangsung selama delapan hari, mulai 7 hingga 14 November 2026, dengan dua kabupaten sekaligus menjadi tuan rumah, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
Angka 353 atlet bukan sekadar jumlah. Di balik setiap nama terdapat proses panjang seleksi, pelatihan, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka datang dari berbagai cabang olahraga, membawa harapan satu kabupaten di pundaknya.
Bupati Ratnawati menyampaikan pesan yang dalam di hadapan kontingen Sinjai sebelum pertandingan dimulai. Ia menegaskan bahwa Porprov bukan semata-mata soal perburuan medali, melainkan lebih dari itu, ajang ini adalah ruang bagi para atlet untuk membuktikan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai sportivitas yang sesungguhnya.
Menurutnya, prestasi sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari bagaimana seorang atlet menjaga integritas dalam setiap pertandingan. Prinsip fair play, kepatuhan terhadap ketentuan pertandingan, dan menjaga nama baik Kabupaten Sinjai menjadi tiga hal yang ia tekankan berulang kali.
Semangat juang, kekompakan, dan rasa percaya diri menjadi tiga pilar yang ia harapkan menopang perjalanan kontingen Sinjai selama delapan hari ke depan. Bupati juga mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga kondisi kesehatan dan terus saling mendukung satu sama lain sepanjang rangkaian pertandingan berlangsung.
Target yang diusung kontingen Sinjai pada Porprov XVIII ini cukup ambisius namun realistis. Bupati Ratnawati menyebut harapannya agar Sinjai mampu masuk dalam tiga besar perolehan medali di tingkat provinsi, sebuah target yang tentu menuntut kerja keras dan sinergi dari seluruh anggota kontingen.
“Saya berharap kontingen dan atlet dapat meraih prestasi terbaik. Namun, yang tidak kalah penting adalah pulang dengan selamat dan tetap membawa kebanggaan bagi Kabupaten Sinjai. Sesuai target, semoga berhasil lolos dalam tiga besar,” ujar Ratnawati.
Kata-kata itu terasa bukan sekadar basa-basi seremonial. Ada kehangatan seorang pemimpin daerah yang benar-benar menaruh harapan kepada para atletnya, bukan hanya menginginkan angka di papan perolehan medali.
Ia pun menutup pesannya dengan kalimat yang sederhana namun penuh makna, “Selamat bertanding. Berikan yang terbaik untuk kabupaten yang kita banggakan bersama.”
Kehadiran Bupati Ratnawati dalam pembukaan Porprov ini turut didampingi oleh Ketua Kontingen Kabupaten Sinjai, Andi Ilham Abubakar, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Sinjai, Iptu Rahman, serta sejumlah anggota Forkopimda Kabupaten Sinjai. Kebersamaan jajaran pimpinan daerah ini sendiri sudah menjadi sinyal kuat bahwa Sinjai serius menatap Porprov XVIII bukan sekadar sebagai formalitas partisipasi.
Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah bersama Porprov XVIII Sulsel 2026 menjadi panggung bagi ratusan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk bersaing secara sehat dan sportif. Stadion Lapatau yang berdiri kokoh di kawasan Tanete Riattang Barat menjadi saksi bisu dimulainya pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi ini.
Porprov sendiri bukan hanya soal kompetisi. Ia adalah cerminan dari geliat olahraga di tingkat akar rumput, dari bibit-bibit atlet yang selama ini diasah di pelosok kabupaten, dari dedikasi para pelatih yang berkerja keras di balik layar, serta dari komitmen pemerintah daerah yang terus mendorong pembinaan olahraga secara berkesinambungan.
Bagi Kabupaten Sinjai, keikutsertaan di 27 cabang olahraga menunjukkan luasnya basis pembinaan olahraga yang telah dibangun selama ini. Tidak semua daerah mampu mengirimkan atlet di sebanyak itu cabang olahraga, dan ini sendiri sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi sebelum satu pun medali diperebutkan.
Dengan 353 atlet yang siap berlaga, Sinjai berharap nama kabupaten ini akan berkumandang lantang di podium perolehan medali Porprov XVIII Sulawesi Selatan. Delapan hari ke depan akan menjadi penentu, apakah harapan itu bisa diwujudkan di atas lapangan dan arena pertandingan.
Semua mata kini tertuju ke Bone dan Wajo. Para atlet Sinjai sudah bersiap. Perjuangan sesungguhnya baru saja dimulai.


Tinggalkan Balasan