MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Dua puluh tahun absen dari panggung sepak bola dunia akhirnya berakhir. Republik Ceko memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Denmark melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, menyusul hasil imbang 2-2 selama 120 menit penuh ketegangan di Praha.
Kemenangan dramatis itu bukan sekadar lolos ke turnamen bergengsi. Ini adalah momen bersejarah—kembalinya Ceko ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak Jerman 2006, setelah dua dekade penantian panjang yang diwarnai kegagalan demi kegagalan di jalur kualifikasi.
Jalan menuju 2026 tidaklah mulus bagi tim asuhan Miroslav Koubek. Ceko harus melewati rute play-off UEFA setelah finis di posisi kedua Grup L kualifikasi, tepat di bawah Kroasia. Koubek sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Desember 2025, mengambil alih tanggung jawab di usia 74 tahun dengan satu misi jelas: membawa Ceko kembali ke Piala Dunia.
Tugas pertama Koubek di play-off adalah menyingkirkan Republik Irlandia di babak semi-final. Sekali lagi, drama adu penalti menjadi penentu. Ceko lolos, dan kepercayaan diri mereka dari titik putih terbawa hingga ke laga final melawan Denmark.
Di Praha, ribuan pendukung tuan rumah menyaksikan pertandingan yang naik-turun secara emosional. Ceko dan Denmark saling balas gol, menciptakan skor 2-2 yang bertahan hingga babak perpanjangan waktu usai. Ketika wasit akhirnya meniup peluit tanda adu penalti, para pemain Ceko tampil dengan kepala dingin—dan mengubah tiga dari tiga tendangan mereka, sementara Denmark hanya berhasil mencetak satu.
Koubek, yang merayakan pencapaian luar biasa ini dari pinggir lapangan, berhasil membuktikan bahwa keputusan federasi menunjuknya di usia senja bukanlah sebuah kesalahan. Dalam waktu singkat, ia membenahi mentalitas tim dan membangun ketenangan yang terbukti krusial saat tekanan paling tinggi.
Kini, perhatian beralih ke panggung utama. Ceko masuk ke Grup A Piala Dunia 2026 bersama tiga lawan yang masing-masing punya cerita dan kekuatan tersendiri. Mereka akan menghadapi Korea Selatan di Guadalajara, Afrika Selatan di Atlanta, dan tuan rumah bersama Meksiko di Mexico City.
Grup A menjanjikan persaingan yang tidak mudah. Korea Selatan dikenal dengan disiplin taktis dan kecepatan transisi permainannya. Afrika Selatan membawa euforia sebagai wakil tuan rumah benua yang pernah menggelar Piala Dunia 2010. Sementara Meksiko, bermain di kandang sendiri, akan didukung jutaan suporter fanatik yang siap menciptakan atmosfer luar biasa di Mexico City.
Namun bagi Ceko, sekadar lolos ke turnamen sudah merupakan kemenangan tersendiri. Dua puluh tahun adalah waktu yang sangat lama dalam dunia sepak bola—generasi pemain berganti, pelatih silih berganti, dan harapan sempat memudar. Kini, semuanya kembali hidup.
Rekam jejak Ceko di Piala Dunia sebenarnya sangat kaya, meski sebagian besar ditorehkan di era Cekoslowakia. Sejak debut di Italia 1934, mereka telah berpartisipasi dalam 10 edisi Piala Dunia—sebuah angka yang mencerminkan tradisi panjang sepak bola di kawasan Eropa Tengah itu.
Pencapaian tertinggi mereka adalah runner-up, dicapai dua kali: pertama di Italia 1934 dan kemudian di Chile 1962. Kedua final itu dimainkan di era Cekoslowakia, ketika tim ini dihuni pemain-pemain berkelas yang disegani di level dunia.
Saat tampil sebagai Republik Ceko—nama yang digunakan sejak berpisah dari Slovakia pada 1993—partisipasi mereka di Piala Dunia tercatat pada 1998 dan 2006. Setelah itu, Ceko selalu gagal lolos, menjadikan 2026 sebagai edisi yang sangat dinantikan oleh para pencinta sepak bola Ceko di seluruh dunia.
Penampilan terakhir mereka di Jerman 2006 meninggalkan kenangan yang beragam. Di fase grup, Ceko mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Amerika Serikat—dengan Tomas Rosicky tampil gemilang mencetak dua gol indah. Namun mereka kemudian takluk dari Ghana dan Italia, dan tersingkir tanpa melaju ke babak gugur.
Dua puluh tahun kemudian, skuad yang sama sekali berbeda kini mendapat kesempatan untuk menulis babak baru. Dengan pengalaman melewati dua adu penalti berturut-turut dalam play-off, mental baja tampaknya sudah tertanam dalam diri para pemain Koubek.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen ini, diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—dengan jumlah peserta yang diperluas menjadi 48 tim. Format baru ini membuka peluang lebih lebar bagi tim-tim seperti Ceko untuk melangkah lebih jauh dari sekadar fase grup.
Tantangan jelas ada di depan. Tapi Ceko sudah membuktikan bahwa mereka tahu caranya bertahan di bawah tekanan. Dan di Piala Dunia 2026, mereka siap membuktikan bahwa kebangkitan ini bukan sekadar keberuntungan semata.
FAQ
Bagaimana Ceko bisa lolos ke Piala Dunia 2026? Ceko lolos melalui jalur play-off UEFA. Mereka menyingkirkan Republik Irlandia di semi-final dan mengalahkan Denmark di final, keduanya melalui adu penalti.
Di grup mana Ceko bermain di Piala Dunia 2026 dan siapa saja lawannya? Ceko berada di Grup A bersama Meksiko, Afrika Selatan, dan Korea Selatan. Mereka akan bermain di Guadalajara, Atlanta, dan Mexico City.
Kapan terakhir kali Ceko tampil di Piala Dunia sebelum edisi 2026? Penampilan terakhir Ceko di Piala Dunia adalah pada edisi Jerman 2006, di mana mereka tersingkir di fase grup setelah menang atas AS namun kalah dari Ghana dan Italia.


Tinggalkan Balasan