BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Hanya empat juta jiwa. Namun dari negeri sekecil itu, lahir salah satu tim sepak bola paling tangguh dan konsisten di panggung Piala Dunia. Kroasia kembali hadir di Amerika Utara pada 2026, membawa sejarah panjang kejutan dan ambisi yang belum padam.

Sejak debutnya di Prancis 1998 — di mana mereka langsung merebut tempat ketiga — Kroasia telah membuktikan bahwa ukuran negara bukan penentu kebesaran di lapangan hijau. Mereka melaju ke final di Rusia 2018, lalu kembali naik podium di Qatar 2022. Dari tujuh keikutsertaan di Piala Dunia, empat di antaranya berakhir di babak semifinal atau lebih jauh — catatan yang bahkan sulit ditandingi negara-negara dengan populasi sepuluh kali lipat lebih besar.

Piala Dunia 2026 menjadi panggung berikutnya bagi Zlatko Dalic dan para punggawa berseragam kotak-kotak merah putih. Pertanyaannya bukan lagi apakah Kroasia bisa melaju jauh, melainkan seberapa jauh mereka akan pergi kali ini.

Zlatko Dalic, pria berusia 57 tahun asal Livno, menjadi arsitek kebangkitan Kroasia sejak mengambil alih kursi pelatih pada 2017. Ia datang tanpa kontrak resmi, nyaris darurat, ketika Kroasia terancam gagal lolos ke Piala Dunia Rusia. Yang terjadi kemudian adalah dongeng sepak bola yang belum berakhir. Di bawah tangannya, Kroasia bukan hanya lolos, tapi juga memaksa dunia kagum dengan perjalanan heroik mereka menuju final Moskow.

Kini Dalic bersiap memimpin tim untuk ketiga kalinya berturut-turut di turnamen paling bergengsi di dunia. Pengalaman adalah modalnya, dan ia tak segan memadukan veteran dengan darah segar. Di sisinya masih ada Luka Modric yang kini 40 tahun, Ivan Perisic, dan Andrej Kramaric. Namun Dalic juga telah menyiapkan wajah-wajah baru: bek tengah berusia 18 tahun Luka Vuskovic, serta Igor Matanovic, Franjo Ivanovic, dan Marco Pasalic — semua masih di usia awal dua puluhan.



Follow Widget