MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada bersiap menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar dalam sejarah. Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar edisi baru — ini adalah revolusi format yang akan mengubah cara dunia menikmati olahraga paling populer di muka bumi.
Keputusan historis itu diambil melalui Kongres FIFA pada 2018. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, tiga negara berbagi kehormatan sebagai penyelenggara. Amerika Serikat menjadi tuan rumah utama dengan 11 kota, sementara Meksiko kebagian 3 kota dan Kanada 2 kota — total 16 stadion tersebar di seluruh Amerika Utara.
Estadio Azteca di Mexico City mencuri perhatian sejak awal. Stadion legendaris itu akan menjadi satu-satunya venue di dunia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya, setelah menyaksikan dua edisi bersejarah pada 1970 dan 1986. Renovasi besar-besaran dilakukan untuk memastikan fasilitas itu layak menyambut ribuan penonton dari penjuru dunia.
Sementara itu, panggung puncak turnamen telah ditetapkan. Final digelar di MetLife Stadium, New York-New Jersey, pada 19 Juli 2026. Turnamen berlangsung mulai 11 Juni, membentang selama 39 hari — lebih panjang dari edisi mana pun sebelumnya.
Kota-kota tuan rumah yang dipilih bukan sembarang kota. Los Angeles dengan SoFi Stadium-nya, Atlanta dengan Mercedes-Benz Stadium, Toronto, Vancouver, Dallas, Houston, Guadalajara, dan Monterrey — semuanya menawarkan infrastruktur kelas dunia dan daya tarik wisata yang kuat. Jarak antarkota yang jauh memang menghadirkan tantangan logistik tersendiri, namun sekaligus membuka peluang pariwisata lintas negara yang belum pernah ada sebelumnya.


Tinggalkan Balasan