Berbicara soal target, Olimpiade memang sudah lama menjadi impian besar bulu tangkis Indonesia. Bagi Fikri dan timnya, mencapai panggung olimpiade bukan hanya soal tiket kualifikasi, melainkan soal kesiapan menyeluruh yang mencakup kemampuan teknis, konsistensi permainan, dan ketangguhan mental menghadapi tekanan persaingan dunia.
Ia sadar perjalanan ke sana tidak akan mudah. Kompetisi di level internasional menuntut lebih dari sekadar bakat, dibutuhkan kerja keras yang konsisten, kemampuan membaca permainan lawan, dan kapasitas untuk bangkit ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.
Di balik semua ambisi itu, ada dua sosok yang paling dekat di hati Fikri. Bukan pelatih, bukan rekan setim, melainkan kedua orang tuanya yang selalu ia sebut sebagai sumber motivasi terbesar.
“Motivasi terbesar dari hati saya untuk kedua orang tua saya di rumah. Semoga hasil ini bisa membanggakan mereka dan yang pasti untuk negara Indonesia juga, karena kita ini membawa negara. Hasil yang bagus itu sebuah kebanggaan tersendiri,” tuturnya.
Pernyataan itu mencerminkan sisi lain dari seorang atlet yang kerap tampil tangguh di lapangan. Di balik pukulan-pukulan keras dan strategi permainan yang terukur, ada seorang anak yang ingin membuat orang tuanya bangga, sebuah motivasi yang sederhana namun sangat kuat.


Tinggalkan Balasan