Babak kedua dibuka dengan kecepatan serupa. Dua menit setelah restart, Jamal Musiala memanfaatkan umpan Joshua Kimmich dan melepaskan tendangan kaki kiri yang menerobos gawang Eloy Roem. Gol itu bukan hanya yang keempat bagi Jerman malam itu — gol Musiala mengangkat total kontribusi pemain Bayern Munich di Piala Dunia menjadi 80 gol, melampaui rekor 79 gol Real Madrid sebagai klub dengan penyumbang gol terbanyak dalam sejarah turnamen ini.
Serangan demi serangan terus mengalir. Pada menit ke-64, Nathaniel Brown menjebol gawang Curacao untuk membuat skor menjadi 5-1. Gol itu mengukuhkan Jerman sebagai tim paling produktif dalam sejarah Piala Dunia dalam hal pertandingan dengan lima gol atau lebih — sudah 10 kali mereka mencapainya, jauh melampaui Brasil dengan tujuh kali.
Menit ke-78, giliran Deniz Undav yang baru masuk sebagai pemain pengganti menambah gol keenam setelah menerima umpan Kimmich dan melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang. Undav sebelumnya juga mencatat assist, menjadikannya pemain pengganti Jerman ketiga sepanjang sejarah yang mencetak gol sekaligus assist dalam satu laga Piala Dunia — bergabung bersama Rudi Völler (1986) dan Niklas Füllkrug (2022).
Pesta gol Jerman ditutup dengan sentuhan teknis nan elegan. Pada menit ke-88, Havertz berhasil lolos sendirian ke area penalti Curacao dan melambungkan bola melewati kiper dengan teknik lob yang sempurna — gol ketujuh sekaligus penutup malam yang bersejarah.
Skor 7-1 itu mengingatkan dunia pada malam legendaris 8 Juli 2014, ketika Jerman mempermalukan Brasil 7-1 di semifinal Piala Dunia di tanah tuan rumah sendiri. Dua belas tahun kemudian, skor yang sama terulang — kali ini dengan korban berbeda.


Tinggalkan Balasan