BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kekalahan dari Swedia memang bukan sekadar angka. Lima gol bersarang ke gawang Tunisia dari kaki-kaki tajam Yasin Ayari yang mencetak dua gol pada menit ke-7 dan ke-90, Alexander Isak pada menit ke-30, Viktor Gyokeres di menit ke-59, dan Mattias Svanberg pada menit ke-84. Tunisia hanya mampu membalas satu gol. Malam itu, Eagles of Carthage tampil jauh dari kata layak.

Lamouchi sendiri tidak menyangkal betapa beratnya kekalahan tersebut. Usai laga, ia mengakui timnya membuat terlalu banyak kesalahan dan menyebut hasil itu sebagai sesuatu yang menyakitkan. “Kami memiliki harga diri. Kami harus bereaksi,” ujarnya saat itu—pernyataan yang ternyata tidak sempat ia buktikan di lapangan.

Presiden FTF Wajdi Aouadi menjelaskan bahwa keputusan pemecatan diambil setelah evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek. Penampilan tim pada laga pertama dinilai tidak memenuhi standar kualitas, semangat juang, maupun strategi taktik yang diharapkan federasi.

“Kami melihat ketidaksesuaian antara apa yang kami inginkan dengan apa yang kami miliki dalam skuad saat ini,” kata Aouadi. Pernyataan itu cukup tegas: bukan hanya soal skor, tapi soal arah keseluruhan tim yang dianggap tidak sejalan.

Lebih jauh, Aouadi juga mengungkap adanya ketegangan internal. Hubungan antara Lamouchi dan sejumlah pemain disebutkan memanas terkait peran di lapangan. Metode latihan sang pelatih pun dikritik, dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan skuad, dan pada akhirnya merusak atmosfer tim secara keseluruhan.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026