Pelatih Rudi Garcia membaca situasi dengan tepat. Pada menit ke-66, Romelu Lukaku dimasukkan menggantikan salah satu pemain depan. Efeknya terasa hampir seketika.
Lukaku langsung menekan, mencoba menyambar umpan tarik menyusur tanah di depan gawang Mesir. Situasi kacau itu membuat bek Mesir Mohamed Hany panik. Alih-alih mengamankan bola, Hany justru menceploskannya ke gawang sendiri. Skor berubah 1-1. Mesir yang sudah hampir meraih kejutan besar harus rela berbagi angka.
Momen drama tak berhenti di situ. Menit ke-83, sundulan Brandon Mechele masih bisa diantisipasi Shobeir. Semenit kemudian, Courtois menepis ke atas mistar tembakan spekulatif Ahmed Fatouh, sebelum pertahanan Belgia menangkal tembakan Marmoush seusai sepak pojok.
Babak akhir pertandingan menjadi tegang ketika pada menit ke-87, Zizo terjatuh di kotak penalti Belgia. Kubu Mesir ramai mengklaim penalti, namun wasit Abatti bergeming. Tidak ada penalti. Keputusan itu mengakhiri harapan Mesir untuk merebut tiga poin penuh.
Statistik akhir cukup merata dan mencerminkan betapa ketatnya persaingan. Belgia mencatat 15 tembakan berbanding 14 milik Mesir, dengan masing-masing tiga tembakan tepat sasaran. Sepak pojok justru didominasi Mesir dengan tujuh berbanding dua. Kartu kuning pun imbang, dua untuk masing-masing tim.


Tinggalkan Balasan