BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali membuka penjualan tiket Piala Dunia 2026 dengan jumlah lebih banyak, namun kebijakan baru justru memicu gelombang kritik dari penggemar. Langkah ini menyusul penambahan kategori tiket premium yang dinilai membuat harga semakin tidak terjangkau.

Dalam pengumuman pada Selasa, 21 April 2026 waktu setempat, FIFA menyatakan akan merilis tambahan tiket pada 22 April 2026 untuk seluruh 104 pertandingan. Tiket tersebut mencakup Kategori 1, 2, dan 3, serta satu kategori baru yang disebut “kategori depan” dengan harga lebih tinggi.

Kehadiran kategori anyar ini memancing keluhan di berbagai platform daring. Sejumlah penggemar merasa FIFA menahan kursi dengan posisi terbaik dari kategori sebelumnya, sehingga pembeli lama mendapatkan tempat yang kurang strategis dibanding ekspektasi awal.

Sebelumnya, pada Desember 2025, FIFA telah menetapkan harga tiket mulai dari 140 dolar AS untuk fase awal hingga 8.680 dolar AS untuk partai final. Harga tersebut bahkan melonjak menjadi 10.990 dolar AS saat penjualan kembali dibuka pada 1 April 2026.

Meski menuai kritik, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik kategori tiket baru tersebut. Permintaan komentar yang diajukan pada awal April pun tidak dijawab.

Di sisi lain, laporan terbaru juga menunjukkan indikasi penurunan minat pada sejumlah laga. Penjualan tiket pertandingan pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay pada 12 Juni 2026 di Inglewood, California, disebut belum memenuhi kapasitas stadion. Dokumen internal per 10 April mencatat sekitar 40.934 tiket terjual, sementara laga Iran kontra Selandia Baru pada 15 Juni mencapai 50.661 tiket.

Padahal, kapasitas Stadion SoFi diperkirakan mencapai 69.650 penonton untuk ajang tersebut, meskipun angka itu masih dapat berubah.

Untuk laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay, harga tiket sebelumnya dipatok pada kisaran 1.120 hingga 2.735 dolar AS. Sementara pertandingan Iran melawan Selandia Baru dijual mulai 140 hingga 450 dolar AS.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai strategi harga FIFA, di tengah ambisi besar menghadirkan turnamen dengan skala terbesar dalam sejarah Piala Dunia.



Follow Widget