Porprov, menurut Gubernur Andi Sudirman, memiliki makna yang jauh melampaui sekadar perebutan medali dan piala. Ajang ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah provinsi untuk menjaring bibit-bibit atlet muda yang potensial dari berbagai daerah. Mereka yang bersinar di Porprov akan mendapat perhatian lebih untuk dikembangkan sehingga suatu hari nanti mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.
Sulawesi Selatan memang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tradisi olahraga yang kuat di Indonesia bagian timur. Berbagai cabang olahraga seperti sepak takraw, angkat besi, tinju, hingga atletik kerap melahirkan atlet-atlet andalan nasional dari bumi Celebes ini. Porprov menjadi salah satu jalur utama regenerasi atlet yang tidak bisa dianggap remeh.
Lebih dari sekadar arena kompetisi, Porprov XVIII juga diharapkan memperkuat ikatan antardaerah di Sulawesi Selatan. Dengan 24 kabupaten dan kota yang bertemu dalam satu wadah, semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan menjadi nilai-nilai yang ingin terus ditumbuhkan melalui olahraga. Rivalitas di lapangan diharapkan berakhir dengan jabat tangan dan saling menghormati di luar arena.
Kabupaten Bone sebagai tuan rumah pembukaan menanggung tanggung jawab besar untuk memberikan kesan yang baik. Daerah yang terkenal dengan sejarah Kerajaan Bone yang agung ini tampaknya tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan diri. Stadion Lapatau yang menjadi venue utama pembukaan tampak rapi dan layak menjadi panggung bagi perhelatan olahraga sebesar Porprov.
Di sisi lain, Kabupaten Wajo yang akan menjadi tuan rumah penutupan juga sudah mempersiapkan diri. Sebagai daerah yang kerap disebut sebagai kota sutera dan memiliki tradisi kebudayaan yang kuat, Wajo diharapkan bisa menutup Porprov XVIII dengan kesan yang tak kalah berkesan dari pembukaan di Bone.


Tinggalkan Balasan