Penyerang Manchester City itu sudah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol ke gawang Irak. Thiaw pun tak menutup mata soal kualitas lawan yang akan dihadapi timnya.
“Mereka tim yang bagus, salah satu yang terbaik di Eropa,” ujar Thiaw, dikutip dari L’Equipe. Pengakuan ini menggambarkan betapa beratnya misi Senegal untuk bangkit dari keterpurukan.
Yang membuat situasi makin runyam, masalah internal justru menggerogoti kekuatan Senegal jelang laga penentu ini. Mengutip Sport News Africa, ketidakjelasan status kontrak pelatih, bonus pemain, hingga fasilitas akomodasi menjadi beban psikologis tersendiri bagi tim berjuluk Lions of Teranga.
Para pemain dikabarkan mengeluhkan kualitas makanan selama menginap di Rutgers, New Brunswick, New Jersey, yang menjadi markas mereka di Piala Dunia 2026. Hotel tempat mereka menginap pun disebut tak sesuai ekspektasi.
Persoalan tak berhenti di situ. Bonus pertandingan dari Piala Afrika 2025 sampai sekarang belum juga cair ke kantong pemain, meski Konfederasi Sepak Bola Afrika sudah menyalurkan dana tersebut ke Federasi Sepak Bola Senegal (FSF).


Tinggalkan Balasan