Di kubu seberang, Norwegia justru tampil dengan kepala dingin meski sudah mengantongi modal tiga poin. Pelatih Stale Solbakken menegaskan timnya tak boleh lengah menghadapi dua laga sisa melawan Senegal dan Prancis.
Solbakken menilai kedua tim itu sebagai ujian sesungguhnya bagi timnas Norwegia, julukan Lovene, dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini. Ia bahkan terang-terangan mengakui kualitas Senegal dan Prancis berada di atas timnya.
“Kami akan menghadapi dua tim yang mungkin lebih satu level dari kami. Senegal bermain solid di babak pertama melawan Prancis. Kami akan coba fokus pada hal itu,” kata pelatih berusia 58 tahun tersebut.
Bagi Norwegia, kemenangan atas Senegal punya nilai strategis ganda. Selain memperbesar peluang lolos dari Grup I, hasil positif juga akan memberi keleluasaan bagi Solbakken untuk mengistirahatkan pemain kunci saat menghadapi Prancis di laga pamungkas.
Sebab, kekuatan Les Bleus di semua lini dinilai nyaris sempurna, sehingga laga terakhir grup berpotensi menjadi ujian terberat bagi Norwegia. Memastikan tiket babak gugur lebih cepat akan jadi modal penting menjaga kebugaran fisik skuad.


Tinggalkan Balasan