BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pada SEA Games Bangkok 2025, ganda putra Indonesia Husni Uba dan La Ode Mardan menorehkan prestasi gemilang. Keduanya berhasil mempersembahkan medali perak dengan mengalahkan tuan rumah Thailand dalam partai final, sebuah kemenangan yang mengejutkan banyak pihak sekaligus menegaskan kekuatan teqball Indonesia di level Asia Tenggara.

Tidak berhenti di Asia Tenggara, nama Indonesia juga menggema di kancah teqball dunia. Masih di tahun 2025, Sumaya kembali menjadi andalan saat turun di World Tour Teqball Championship Bangkok 2025. Bersama pasangan asal Hungaria, Gabriella Kota, ia meraih medali perunggu di kategori ganda putri.

Yang membuat pencapaian itu semakin berharga adalah lawan yang dihadapi Sumaya di Bangkok bukan sembarangan. Ia bersua dengan ganda Thailand, J. Kuntatong dan S. Wongkhamchan, yang dikenal sebagai salah satu pasangan paling dominan di teqball dunia. Namun Sumaya tidak gentar dan membawa pulang medali.

Rentetan prestasi ini membuktikan bahwa kebangkitan teqball Indonesia bukan kebetulan. Ada sistem pembinaan yang berjalan, ada atlet yang berlatih keras, dan ada ambisi yang jelas untuk terus bersaing di level dunia.

PascaAsian Games 2026, mesin teqball Indonesia tidak lantas berhenti. Sumaya dan pelatihnya langsung memasuki fase evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperkuat persiapan menuju kompetisi internasional berikutnya. Tidak ada waktu untuk beristirahat terlalu lama ketika masih banyak podium yang menunggu untuk ditaklukkan.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026