Namun beban yang dipikul Tuchel tidak ringan. Publik Inggris sudah terlalu lama menunggu. Gelar Piala Dunia terakhir mereka diraih pada 1966 — di kandang sendiri, di Wembley — dan sejak itu, generasi demi generasi datang dan pergi tanpa mampu mengulangnya. Dua kali finis keempat (1990 dan 2018) menjadi pencapaian terbaik mereka dalam lebih dari setengah abad.
Masalah terbesar Tuchel justru datang dari dalam. Bukayo Saka, andalan di sisi kanan serangan, belum pulih sepenuhnya dari cedera. Dalam laga uji coba melawan Kosta Rika pekan lalu di Inter&Co Stadium, Amerika Serikat, Saka tetap diturunkan meski harus bermain sambil menahan rasa sakit.
Saka sendiri mengakui dilema yang ia hadapi. “Sebagai pemain, ini adalah pertaruhan terbesar, terutama jika Anda tidak merasa dalam kondisi terbaik. Anda punya pilihan apakah Anda tidak bermain atau Anda memaksakan diri untuk bermain dengan mengetahui bahwa orang akan menilai Anda dengan cara yang sama,” kata pemain Arsenal itu seperti dikutip The Guardian.
Jika Saka tidak fit untuk diturunkan, Tuchel memiliki solusi: Noni Madueke. Keduanya sudah sering saling menggantikan di posisi sayap kanan Arsenal, sehingga Madueke bukan nama asing dalam sistem permainan tim.
Dengan formasi 4-2-3-1, Tuchel kemungkinan akan mengandalkan Madueke, Anthony Gordon, dan Harry Kane di lini serang. Jude Bellingham berperan sebagai gelandang serang, sementara Declan Rice dan Elliot Anderson ditugaskan menjaga keseimbangan di lini tengah. Di belakang, Reece James, John Stones, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly akan melindungi Jordan Pickford.


Tinggalkan Balasan