BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Namun dari titik itu, Jerman bangkit secara bertahap. Mereka akhirnya menutup kampanye dengan catatan lima menang dari enam laga, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan tiga. Klimaksnya adalah kemenangan telak 6-0 atas Slowakia di kandang sendiri—seolah memberikan pernyataan keras bahwa Jerman tidak boleh dianggap remeh.

Proses kualifikasi itu berlangsung tanpa sejumlah pemain andalan. Jamal Musiala, Kai Havertz, Niclas Fullkrug, Tim Kleindienst, Benjamin Henrichs, Antonio Rudiger, hingga kiper Marc-Andre ter Stegen semuanya absen dalam periode yang cukup panjang akibat cedera. Fakta bahwa Jerman tetap lolos di posisi teratas menjadi bukti kedalaman skuad yang sedang dibangun Nagelsmann.

Di Piala Dunia 2026, Jerman tergabung dalam Grup A bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador. Laga pertama dijadwalkan pada 14 Juni melawan Curacao di Houston, dilanjutkan menghadapi Pantai Gading di Toronto pada 20 Juni, sebelum menutup fase grup melawan Ekuador di New York-New Jersey pada 25 Juni. Secara di atas kertas, Jerman adalah favorit kuat untuk lolos—namun dua Piala Dunia terakhir mengajarkan bahwa tidak ada yang pasti.

Sejarah Jerman di turnamen ini memang penuh pencapaian luar biasa. Mereka memegang rekor delapan kali lolos ke perempat final—lebih banyak dari negara manapun—dan telah mengangkat trofi pada 1954, 1974, 1990, serta 2014. Rekor keseluruhan mereka mencatat 68 kemenangan dari 112 laga, dengan 232 gol yang dicetak.

Namun ada sebuah momen yang selalu disebut ketika berbicara soal kehebatan Jerman: semifinal Piala Dunia 2014 di Brasil. Pada malam di Belo Horizonte itu, Jerman menghancurkan tuan rumah Brasil dengan skor 7-1. Lima gol lahir dalam waktu kurang dari 30 menit—sebuah keganasan kolektif yang mengubah sebuah pertandingan menjadi legenda seumur hidup.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version