Jorge adalah pelatih pertama Lionel. Bukan di akademi bergengsi, bukan di lapangan berumput hijau milik klub kaya, melainkan di klub lokal sederhana bernama Abanderado Grandoli di Rosario. Di sanalah tangan Jorge pertama kali mengarahkan kaki kecil Lionel menggelindingkan bola.
Bakat Lionel yang meluap-luap kemudian menarik perhatian Newell’s Old Boys. Sang putra mulai menjalani pembinaan yang lebih serius, dan nama Messi perlahan mulai dikenal di kalangan pencinta sepak bola Rosario. Namun perjalanan itu tidak selamanya mulus.
Lionel didiagnosis mengalami gangguan hormon pertumbuhan saat masih kanak-kanak. Kondisi medis itu membutuhkan terapi mahal yang tidak sanggup ditanggung keluarga dengan mudah. Di sinilah Jorge Messi menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya, bukan sekadar ayah, tetapi pejuang yang tidak akan menyerah demi masa depan anaknya.
Jorge berjuang keras mencari jalan agar Lionel mendapat penanganan medis terbaik. Perjuangan itu akhirnya membuka pintu yang mengubah segalanya. Barcelona, klub raksasa Spanyol yang kala itu sedang membangun salah satu tim terhebat dalam sejarah, bersedia menanggung biaya pengobatan Lionel dengan satu syarat, sang bocah harus bergabung dengan akademi La Masia mereka.
Keputusan besar itu tidaklah mudah. Seorang anak kecil dari Rosario harus menyeberang samudra, meninggalkan tanah kelahiran, keluarga besar, dan segala yang dikenalnya, demi masa depan yang masih belum pasti. Jorge dan istrinya, Celia Cuccittini, memilih menemani Lionel ke Barcelona. Pengorbanan keluarga ini menjadi salah satu babak paling mengharukan dalam kisah hidup sang megabintang.


Tinggalkan Balasan