Meski berstatus tuan rumah dan unggul di klasemen, Johnston tak memandang remeh laga melawan Swiss. Ia menyebut tim Eropa itu sebagai lawan berat yang datang dengan motivasi penuh karena sama-sama mengincar status juara grup.
“Kami harus menghadapi tim Swiss yang sangat bagus. Mereka jelas akan sangat termotivasi karena mereka juga ingin memuncaki grup,” ujarnya.
Dukungan suporter rumah disebut Johnston sebagai modal tambahan yang bisa membuat segalanya mungkin terjadi di laga krusial tersebut. Atmosfer kandang menjadi salah satu faktor yang ia yakini bisa mempengaruhi jalannya pertandingan.
Jika Kanada akhirnya finis di posisi kedua, jalan mereka di babak 32 besar akan mengarah ke Los Angeles. Lawan yang menanti adalah tim peringkat kedua Grup A, yang kemungkinan besar diisi oleh Meksiko atau Korea Selatan.
Skenario ini menjadikan laga Swiss melawan Kanada bukan sekadar penentu juara grup, melainkan juga penentu lokasi dan lawan di babak berikutnya. Satu hasil di lapangan bisa mengubah seluruh peta jalan kedua tim menuju semifinal.


Tinggalkan Balasan