MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Roy Keane tidak mau berbasa-basi. Legenda Manchester United itu menyebut lini pertahanan sebagai titik lemah paling berbahaya bagi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026—sebuah peringatan keras yang datang tepat ketika The Three Lions tengah memoles persiapan akhir mereka.
Mantan kapten Irlandia itu mengakui skuad asuhan Thomas Tuchel dipenuhi nama-nama besar. Namun bagi Keane, kekuatan serangan saja tidak pernah cukup untuk memenangkan turnamen sebesar Piala Dunia.
Turnamen akbar yang kali ini melibatkan 48 negara peserta itu akan berlangsung di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama—sebuah undian yang relatif bersahabat di atas kertas.
Lolos dari fase grup kemungkinan besar bukan persoalan bagi Inggris. Tapi Keane mengingatkan bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai ketika babak gugur tiba.
“Saya khawatir dengan pertahanan Inggris. Saya tidak bisa menghilangkan kekhawatiran itu,” ujar Keane terus terang.
Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Di babak knockout, Inggris berpotensi berhadapan dengan raksasa seperti Brasil, Argentina, Portugal, Prancis, atau Spanyol. Menghadapi tim-tim semacam itu dengan lini belakang yang goyah bisa menjadi bencana.
“Secara defensif, ketika menghadapi negara besar di fase gugur, itulah yang bisa menahan laju Inggris,” kata Keane.
Ia tidak menutup mata terhadap kekuatan Inggris di lini depan. Harry Kane tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan siapapun—striker Tottenham Hotspur itu diakui Keane sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini.
“Ketika Anda memiliki Kane, Anda selalu memiliki peluang. Tetapi secara pertahanan mereka mungkin akan kurang kuat,” tambahnya.
Kane bukan satu-satunya senjata Inggris. Jude Bellingham yang menjadi motor permainan Real Madrid, Bukayo Saka yang konsisten bersama Arsenal, Declan Rice sebagai jangkar lini tengah, hingga Marcus Rashford yang tengah bangkit dari masa sulit—semuanya menjadikan Inggris tim yang menakutkan secara ofensif.
Thomas Tuchel, pelatih Jerman yang ditunjuk untuk menggantikan Gareth Southgate, juga membawa harapan baru. Rekam jejaknya di level klub—mulai dari Paris Saint-Germain hingga Chelsea dan Bayern Munich—membuktikan ia tahu cara membangun tim yang kompetitif di panggung besar.
Namun persoalan defensif sepertinya belum terpecahkan sepenuhnya. Keane melihat celah itu dan tidak segan mengatakannya.
Di sisi lain, Keane dengan lugas menyebut tiga negara yang paling ia jagokan untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Prancis berada di urutan pertama.
“Skuad Prancis sangat fantastis,” katanya singkat, tapi penuh makna. Kedalaman skuad Les Bleus memang tidak tertandingi—dari kiper hingga penyerang, tiap posisi memiliki pemain kelas dunia dengan cadangan yang tak kalah berbahaya.
Spanyol masuk dalam daftar berikutnya. Keane terkesan dengan cara bermain La Roja yang mendominasi penguasaan bola dan membuktikan keunggulan mereka di Euro sebelumnya.
“Spanyol memiliki cara bermain yang sangat baik. Mereka menjaga bola dengan luar biasa dan tampil brilian di Euro. Saya yakin mereka bisa mengulanginya,” ujar Keane.
Argentina melengkapi tiga besar pilihan Keane. Sebagai juara bertahan, tim asuhan Lionel Scaloni itu tidak perlu banyak pembuktian.
“Saya juga memasukkan Argentina. Tim-tim Amerika Selatan selalu mampu tampil kompetitif di ajang besar,” katanya.
Menarik bahwa nama Inggris tidak masuk dalam tiga favorit versi Keane. Pria yang pernah memimpin lini tengah Old Trafford dengan tangan besi itu tampaknya belum sepenuhnya percaya The Three Lions siap bersaing di level tertinggi.
Penantian Inggris memang panjang dan menyakitkan. Gelar juara dunia terakhir mereka diraih di kandang sendiri pada 1966—lebih dari enam dekade silam. Sejak itu, Inggris kerap tampil menjanjikan di turnamen besar namun selalu terhenti sebelum puncak.
Southgate membawa Inggris ke final Euro 2020 dan semifinal Piala Dunia 2018, sebuah pencapaian yang cukup membanggakan meski tetap berakhir tanpa trofi. Tuchel kini diharapkan membawa langkah lebih jauh—namun ia pun mewarisi pekerjaan rumah yang sama di lini pertahanan.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026. Masih ada waktu bagi Tuchel untuk membenahi kelemahan yang disorot Keane. Tapi waktu terus berjalan, dan setiap tim besar di dunia tengah mempersiapkan diri dengan serius.
Apakah Inggris akhirnya mampu mengakhiri penantian 60 tahun itu? Roy Keane sepertinya belum yakin. Dan dalam dunia sepak bola, keraguan seorang legenda bukan sesuatu yang mudah diabaikan.
FAQ
Mengapa Roy Keane meragukan peluang Inggris di Piala Dunia 2026? Keane menilai lini pertahanan Inggris terlalu rentan untuk bersaing dengan tim-tim elite di babak gugur seperti Prancis, Spanyol, dan Argentina, meski secara ofensif Inggris memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi.
Siapa tiga negara favorit Roy Keane untuk memenangkan Piala Dunia 2026? Roy Keane menjagokan Prancis, Spanyol, dan Argentina sebagai tiga negara yang paling berpeluang mengangkat trofi Piala Dunia 2026 berdasarkan kedalaman skuad dan kualitas permainan mereka.
Di grup mana Inggris bermain pada Piala Dunia 2026? Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, dengan laga pertama dijadwalkan melawan Kroasia.


Tinggalkan Balasan