Di belakang Pangkep, Kota Makassar menempel ketat di posisi kedua. Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu mencatatkan 9 emas, 15 perak, dan 12 perunggu, dengan total 36 medali, jumlah medali keseluruhan yang justru melampaui Pangkep meski perolehan emasnya lebih sedikit. Klasemen Porprov memang mengutamakan jumlah medali emas sebagai penentu peringkat, bukan akumulasi total medali.
Kabupaten Bone menyusul di peringkat ketiga dengan 8 emas, 7 perak, dan 18 perunggu, atau total 33 medali. Sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara, Bone tampaknya memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri untuk mendulang poin demi poin dari berbagai cabang olahraga.
Secara keseluruhan, hingga pembaruan data terakhir, sebanyak 160 medali telah diperebutkan dan dibagi oleh seluruh kontingen peserta. Rinciannya, 40 medali emas, 46 medali perak, dan 74 medali perunggu. Angka ini terus bergerak dinamis seiring berlangsungnya pertandingan di berbagai cabang olahraga yang tersebar di dua lokasi penyelenggaraan.
Porprov Sulawesi Selatan XVIII 2026 mempertemukan seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel dalam sebuah kompetisi olahraga yang bukan hanya soal medali. Ajang ini juga menjadi ruang pembuktian bagi para atlet muda daerah, sekaligus barometer kekuatan pembinaan olahraga di masing-masing wilayah.
Sinjai, sebagai daerah yang terus berupaya meningkatkan kapasitas olahraganya, tidak datang dengan tangan kosong. Perak dan perunggu yang sudah diraih adalah hasil nyata dari proses panjang pembinaan atlet yang dilakukan di tingkat daerah. Meski posisi ke-13 masih jauh dari podium teratas, perjalanan Porprov belum berakhir.


Tinggalkan Balasan