Bahkan dalam kekalahan 1-2 dari Brasil pada laga pemanasan terakhir, Mesir mampu memberikan perlawanan sengit. Bagi pelatih Hossam Hassan, itu bukan sekadar kekalahan — itu ujian berharga menjelang turnamen sesungguhnya.
Mohamed Salah menjadi nama yang paling dinantikan di kubu Mesir. Bintang Liverpool itu sempat menjalani program pemulihan cedera, baik bersama klubnya maupun di kamp latihan tim nasional. Hossam Hassan memastikan Salah sudah dalam kondisi optimal. “Salah menjalani program rehabilitasi bersama Liverpool dan kemudian bersama tim nasional, dan sekarang dia siap untuk pertandingan,” ujarnya kepada wartawan.
Di sisi Belgia, lini serangan dikomandoi Lois Openda sebagai ujung tombak, sementara Jeremy Doku akan meneror sisi sayap lawan dengan kecepatan dan dribel yang liar. Keduanya adalah representasi generasi baru Les Diables Rouges yang lebih segar dan lapar gelar.
Namun jantung permainan Belgia tetap berdetak di kaki Kevin De Bruyne. Gelandang serang Manchester City itu adalah pengatur ritme, penggagas serangan, sekaligus pemimpin di lapangan. Selama De Bruyne tampil dalam performa terbaiknya, Belgia selalu punya jawaban untuk situasi sulit.
Di belakang, Koen Casteels berdiri di bawah mistar dengan Wout Faes memimpin barisan pertahanan. Belgia membangun pondasi pertahanan yang kokoh, sekarang tinggal membuktikannya di level tertinggi.


Tinggalkan Balasan