Pelatih Graham Arnold, mantan juru taktik timnas Australia, membangun Irak dengan semangat yang realistis namun tidak kalah semangat. Ia tahu timnya bukan favorit. Bahkan publik Irak sendiri, menurut Arnold, sudah memperkirakan mereka akan kalah di ketiga laga penyisihan grup.
“Yang terpenting adalah ketika kami memasuki lapangan, kami bermain dengan berani, penuh energi, dan semangat,” kata Arnold, sebagaimana dikutip The Guardian.
Bukan sekadar omong kosong. Jelang Piala Dunia, Irak berhasil menahan imbang Spanyol 1-1 dalam laga uji coba — hasil yang cukup mengejutkan dan memberi sinyal bahwa tim ini layak diperhitungkan. Mereka juga mengalahkan Andorra 1-0. Meski di laga terakhir pramusim kalah 0-2 dari Venezuela, momentum tersebut tak sepenuhnya hilang.
Arnold mengandalkan formasi 4-4-2 dalam tiga uji coba terakhir. Jalal Hassan berdiri di bawah mistar sebagai kiper utama, dilindungi barisan empat bek: Hussein Ali, Zaid Tahseen, Rebin Sulaka, dan Ahmed Maknzi. Di lini tengah, Aimar Sher dan Kevin Yakob bertugas menjaga stabilitas, sementara Ahmed Qasem dan Ibrahim Bayesh beroperasi di sisi sayap dengan mengandalkan kecepatan. Aymen Hussein dan Ali Al-Hamadi menjadi ujung tombak yang harus menerjemahkan peluang menjadi gol.
Di kubu seberang, Norwegia tampil dengan beban ekspektasi yang jauh lebih besar. Tim asuhan Stale Solbaken datang dengan reputasi dan nama-nama besar yang sudah dikenal di seluruh penjuru Eropa.


Tinggalkan Balasan