Erling Haaland — mesin gol Manchester City yang tak mengenal kata puas — akan menjadi ancaman utama di lini depan. Di sisinya, Alexander Sorloth dan Antonio Nusa siap memberikan tekanan dari kedua sayap. Martin Odegaard, kapten Arsenal, berperan sebagai pengatur ritme dan kreator peluang dari lini tengah.
Namun Solbaken sadar bahwa Grup I bukan jalur mudah. “Prancis adalah favorit di grup itu, dan tiga negara lainnya harus berjuang keras untuk posisi kedua dan ketiga. Persaingan akan sangat ketat,” ujarnya.
Norwegia terakhir tampil mengesankan saat mengalahkan Italia 4-1 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, November lalu. Meski hasil uji coba terakhir mereka cenderung imbang — termasuk 0-0 lawan Swiss dan 1-1 melawan Maroko — Solbaken tampaknya sedang meramu komposisi terbaik sambil menjaga kebugaran skuad intinya.
Formasi yang kemungkinan digunakan Norwegia adalah 4-3-3 dengan Orjan Nyland di bawah mistar. Lini belakang diisi Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, dan David Moller Wolfe. Sander Berge dan Fredrik Aursnes menjadi dua gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan tim.
Secara statistik dan kualitas skuad, Norwegia memang lebih unggul. Peluang mereka untuk menang diperkirakan berada di angka 60 persen, sementara Irak di angka 40 persen. Namun sepak bola, seperti yang sudah berkali-kali dibuktikan di Piala Dunia, tidak selalu berjalan sesuai kalkulasi.


Tinggalkan Balasan